Ben Affleck Sebut Syuting 'Justice League' Titik Terendah dalam Kariernya

Asep Syaifullah
|
detikPop
Justice League
Foto: Courtesy of Warner Bros. Picture
Jakarta - Aktor dan sutradara pemenang Oscar, Ben Affleck, secara terbuka mengungkapkan masa-masa paling kelam dalam perjalanan kariernya. Bintang pemeran Batman ini menyebut proses syuting dan reshoot film superhero Justice League (2017) sebagai titik terendah (low point) dalam kariernya.

Hal tersebut diungkapkan Affleck saat menjadi bintang tamu dalam siniar (podcast) Happy Sad Confused (via Deadline pada 13 Oktober).

Ia blak-blakan mengenai iklim kerja beracun serta keputusan kontroversial pihak studio Warner Bros. saat menangani penggarapan film tersebut.

"Sejujurnya, pengalaman di Justice League sangat, sangat negatif karena berbagai alasan. Sebagian berhubungan dengan kondisi pribadi saya saat itu, sebagian lagi karena tragedi yang terjadi, dan fakta bahwa saya melihat langsung bagaimana sebuah film seharusnya tidak dibuat ketika studio berbenturan dengan pembuat filmnya. Itu adalah kesalahan besar, dan itulah yang menghancurkan film tersebut," ujar Affleck.

Kekacauan Justice League bermula ketika Batman v Superman: Dawn of Justice (2016) dinilai gagal memenuhi ekspektasi finansial dan kritis studio.

Warner Bros. yang panik berusaha mengubah nada film Justice League agar lebih ringan dan humoris.

Situasi makin memburuk ketika putri dari sutradara asli, Zack Snyder, meninggal dunia karena bunuh diri di tengah masa pascaproduksi.

Snyder memutuskan mundur untuk berduka bersama keluarganya. Warner Bros. kemudian membawa masuk Joss Whedon untuk memimpin syuting ulang (reshoot) besar-besaran yang mengubah total alur cerita serta nuansa film.

Affleck menilai langkah studio yang memanfaatkan tragedi keluarga Snyder demi merombak arah film adalah tindakan yang sangat tidak etis.

"Seseorang meninggal karena bunuh diri, itu mengalahkan segalanya. Dan cara tragedi itu dimanfaatkan sebagai alasan... Menurut saya, jujur saja, itu salah satu hal paling buruk yang pernah saya lihat. Sangat menjijikkan," tegas Affleck.

Tak hanya kecewa dengan pihak studio, Affleck juga menyoroti atmosfer kerja yang buruk selama proses reshoot di bawah arahan Joss Whedon, hal yang belakangan juga dikritik keras oleh pemeran Cyborg, Ray Fisher, dan pemeran Wonder Woman, Gal Gadot.

"Mundurnya Snyder dan reshoot yang kami jalani jika Anda mencari titik terendah dalam karier saya, itulah masanya. Suasana dan situasinya, meski saya tidak mengalami semuanya secara langsung, saya mendengarnya dari pengalaman Ray, Gal, dan yang lainnya. Itu benar-benar sangat menjijikkan," pungkasnya.

Pengalaman pahit selama penggarapan Justice League ini pula yang menjadi salah satu alasan utama Ben Affleck akhirnya memutuskan mundur dari proyek film solo The Batman yang awalnya direncanakan untuk ia tulis, sutradarai, dan bintangi sendiri.

(ass/tia)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO