Jakarta World Cinema 2026 Hadirkan 207 Film dari 69 Negara
JWC 2026 berlangsung secara luring di CGV FX Sudirman, Jakarta, pada 31 Oktober-7 November 2026. Sementara itu, program pemutaran daring melalui KlikFilm tersedia hingga 21 November 2026.
Executive Director JWC, Frederica, mengatakan festival tahun ini memiliki sejumlah program spesial. Salah satunya adalah perluasan penyelenggaraan JWC ke sejumlah kota di Indonesia.
"JWC akan bikin extended, ada di Malang dan ada di Bandung. Itu yang pertama. Terus yang kedua, JWC tahun ini juga akan punya limited merchandise, official merchandise yang hanya dibikin dengan quantity tertentu yang bisa didapatkan nanti pada saat festival," kata Frederica dalam konferensi pers di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (30/9/2026).
Menurut Frederica, JWC sejak awal memiliki misi menghadirkan film-film berkualitas dari berbagai negara kepada penonton Indonesia.
"JWC selalu punya harapan dan punya misi untuk membawa film-film bagus, film-film yang punya makna dan bisa menjadi inspirasi buat kita. Dari seluruh dunia untuk kita bisa nonton di Indonesia," ujarnya.
Program JWC 2026 mencakup 207 film dari 69 negara. Sebanyak 120 di antaranya merupakan film yang telah meraih penghargaan di berbagai festival film internasional.
Festival Director JWC, Shandy Gasella, mengatakan jumlah tersebut menjadi bagian penting dari kurasi JWC tahun ini.
"Menghadirkan 120 film peraih penghargaan saja sudah merupakan pencapaian besar. Namun, dapat menghadirkan sekaligus para pemenang Golden Bear, Palme d'Or, dan Golden Lion dalam satu edisi merupakan pencapaian tersendiri yang sangat berarti bagi kami," ujar Shandy.
Ia menyebut kehadiran film-film tersebut menjadi kesempatan bagi penonton Indonesia untuk mengenal perkembangan sinema dunia kontemporer.
"Bagi para penikmat film di Indonesia, JWC menjadi kesempatan langka untuk merasakan denyut utama sinema dunia kontemporer secara langsung. Film-film ini bukan sekadar karya sinema, tetapi suara-suara yang berani dan relevan," katanya.
"Akses terhadap sinema dengan kualitas seperti ini di dalam negeri dapat membawa perubahan besar bagi perkembangan kultur sinema di Indonesia," sambung Shandy.
Dari total film yang dikurasi, JWC 2026 menghadirkan 96 film Asia dan 41 film yang disutradarai perempuan. Selain itu, terdapat 20 film yang menjadi perwakilan resmi negaranya untuk kategori Best International Feature Film pada Academy Awards ke-99.
JWC 2026 akan dibuka dengan pemutaran Fjord karya Cristian Mungiu, yang disebut sebagai peraih Palme d'Or Cannes 2026.
Sementara itu, film Inherit karya sutradara Thailand Banjong Pisanthanakun akan menjadi film penutup sekaligus pemutaran perdana di Indonesia. Pisanthanakun sebelumnya dikenal lewat film horor The Medium dan Shutter.
Sejumlah film lain yang masuk dalam program JWC 2026 antara lain Minotaur karya Andrey Zvyagintsev, All of a Sudden karya RyΕ«suke Hamaguchi, dan The Debut karya Jesse Eisenberg.
Ada pula Naza karya Yuval Abraham dan Rachel Szor, Woman Unknown karya May el-Toukhy, serta Yellow Letters karya Ilker Γatak.
JWC menyebut Naza merupakan peraih Special Jury Prize Venice 2026. Sementara itu, Woman Unknown meraih Golden Lion Venice 2026 dan Yellow Letters menjadi pemenang Golden Bear untuk Film Terbaik di Berlinale 2026.
Masterclass dengan Tudor Vladimir
Salah satu agenda khusus JWC 2026 adalah masterclass bersama sinematografer Tudor Vladimir Panduru. Panduru merupakan sinematografer film Fjord. Ia akan hadir langsung di Jakarta pada 1 November 2026 untuk berbagi pengalaman mengenai proses kreatif dan pendekatan sinematografi.
Dalam video sambutannya, Panduru mengajak para pencinta film untuk mengikuti sesi tersebut.
"Hello everyone, my name is Tudor Vladimir Panduru and I'm the cinematographer of Fjord. And I'm excited to announce that I will be joining Jakarta World Cinema, part of the masterclass program, where I will be sharing all my knowledge about filmmaking and cinema with you. Please save the dates for 31st of October until 7th of November, and I hope to see you in Jakarta," kata Panduru.
Lembaga Sensor Film (LSF) juga menyatakan kesiapan mendukung penyelenggaraan JWC 2026, khususnya dalam memberikan informasi klasifikasi usia untuk film-film yang ditayangkan.
Anggota LSF, Tri Widyastuti, mengungkapkan jumlah film yang akan ditayangkan tahun ini mencapai 207 judul. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 195 film.
Tri pun mengingatkan penonton untuk memperhatikan klasifikasi usia sebelum menyaksikan film-film yang diputar dalam festival.
"Kalau spill-nya 100 film ya, kemarin pas datang bilangnya 207 judul. Jadi karena banyaknya, kalau tahun kemarin tuh 195 dan kami bisa selesaikan sebelum festival, pokoknya sudah dapat klasifikasi usia semua. Untuk yang ke-5 ini seperti biasa LSF juga siap untuk memberi informasi klasifikasi usia pada setiap judulnya," kata Tri.
Selain program utama, JWC 2026 kembali menggandeng KlikFilm untuk menggelar KlikFilm Short Movie Competition. Kompetisi tersebut memasuki tahun kedua.
Program Director JWC, Daniel Irawan, mengatakan kompetisi tersebut dibuat untuk membuka kesempatan bagi sineas baru masuk ke industri film.
"KlikFilm Short Movie Competition ini memberi jalan dan peluang bagi teman-teman filmmaker untuk ikut serta," kata Daniel.
Ia mencontohkan pemenang pertama kompetisi tahun lalu, sutradara Sinung Winahyoko lewat film Babon. Sinung kini telah menyelesaikan film panjang debutnya berjudul 7 Prajurit Bapak.
"Di tahun lalu pemenang pertamanya sutradara Sinung Winahyoko dari film Babon, itu sudah selesai merampungkan film debut film panjang pertamanya, 7 Prajurit Bapak, yang akan segera siap ditayangkan di layar lebar," ujar Daniel.
Untuk edisi tahun ini, panitia menerima 312 submisi setelah menggelar delapan roadshow kampus dan workshop. Dari jumlah tersebut, 30 film ditetapkan sebagai finalis.
Dewan juri kompetisi tahun ini terdiri dari Joko Anwar, Gina S. Noer, dan Fajar Nugros. Mereka akan memilih tiga pemenang serta satu Audience Award.
"312 total submisi dan dewan juri kita tahun ini ada Joko Anwar, Mbak Gina S. Noer, kemudian Fajar Nugros yang nantinya akan memilih tiga pemenang dan satu Audience Award untuk tahun ini, untuk disiapkan juga untuk membuat debut film panjang mereka di tahun depan," jelas Daniel.
Peserta tahun ini tidak hanya berasal dari kota-kota besar di Indonesia. Submisi juga datang dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur hingga Australia dan Amerika Serikat dari mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri.
Sebanyak 30 film finalis akan ditayangkan melalui KlikFilm bersama 19 film pendek non-kompetisi selama rangkaian JWC berlangsung. Bagi penonton di luar Jakarta, JWC menyediakan program pemutaran daring melalui KlikFilm pada 31 Oktober-21 November 2026.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
