Hanung Bramantyo Soroti Isu Agama dan Tragedi Kelam Lewat Film Lobang Buaya
Proyek tersebut lahir dari proses perenungan panjang saat masa pandemi. Hanung Bramantyo menuturkan film ini masuk ke dalam deretan karya personal yang berangkat langsung dari keresahan batinnya.
"Film ini adalah bagian dari rangkaian film personal saya. Ibaratnya pada saat saya pandemi, situasinya kan kita gak bisa ngapa-ngapain ya, jadi kita berkontemplasi di situ dan menghasilkan karya," kata ujar Hanung Bramantyo dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2026).
Dalam rekam jejak penyutradaraannya, sineas asal Yogyakarta itu memang kerap bersinggungan dengan tema sensitif. Hanung Bramantyo menegaskan ada dua pilar utama yang tidak pernah ia tinggalkan dalam melahirkan karya-karya personal, yaitu dinamika keberagamaan dan lembaran kelam sejarah bangsa.
"Di semua film saya, saya selalu ya mulainya dari Perempuan Berkalung Sorban, kemudian ada ? (Tanda Tanya), terakhir apa, Tuhan, Izinkan Aku Berdosa. Saya konsisten cuma dua hal: agama, keyakinan, Islam sebagai mayoritas penduduk di Indonesia, terus kemudian sejarah," tegas Hanung Bramantyo.
Fokus sejarah yang dimaksud suami Zaskia Adya Mecca itu tertuju langsung pada dua luka besar bangsa Indonesia yang dampaknya masih terasa hingga hari ini, yaitu peristiwa pembantaian massal 1965 dan kerusuhan serta penghilangan paksa 1998.
"Karena kita tidak pernah, terutama sejarah kelam dua peristiwa besar, yaitu '65 dan '98. '65 tadi sudah saya ceritakan, '98 sampai hari ini juga masih belum terjawab di mana mereka yang pada tidak pulang ke keluarganya, ke anaknya, ke istrinya. Di mana mereka?" bebernya.
Baca juga: Akhirnya Saw 11 Lanjut, Ini Sutradaranya |
Baginya, menyuarakan sejarah lewat medium sinema bukan semata-mata untuk mengadili pihak tertentu atau sekadar berspekulasi mengenai dalang tunggal di balik tragedi.
"Kami sebetulnya menginginkan ada semacam rekonsiliasi atau semacam investigasi yang benar, yang menyeluruh, sehingga kemudian ada jawaban dengan pasti," pungkasnya.
Sutradara peraih Piala Citra tersebut bertekad akan terus menghadirkan tema-tema tersebut dalam karya-karya masa depannya. Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah sendiri dibintangi oleh Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Mathias Muchus, dan Anya Zen, serta dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
