2 Kali Reboot Tanpa Jason Statham, Waralaba The Transporter Malah Gagal
Selama hampir tiga dekade, aktor asal Inggris ini konsisten membintangi genre film yang sama dan tetap menjadi salah satu bintang paling laris di industri perfilman global.
Meski namanya mulai dikenal lewat film-film gangster karya Guy Ritchie seperti Lock, Stock and Two Smoking Barrels dan Snatch, peran utamanya sebagai Frank Martin di film The Transporter lah yang benar-benar melambungkan namanya ke panggung superstardom global.
Baca juga: Akhirnya Saw 11 Lanjut, Ini Sutradaranya |
Statham sempat kembali memerankan sang kurir tangguh tersebut dalam dua sekuel berikutnya.
Namun setelah itu, ia memilih untuk lepas tangan dari waralaba tersebut. Pihak studio yang tak ingin kehilangan momentum lantas mencoba menghidupkan kembali (reboot) waralaba The Transporter sebanyak dua kali dengan jajaran pemeran baru.
Sayangnya, kedua proyek pengganti tersebut bernasib kurang beruntung.
1. Versi Layar Kaca: The Transporter: The Series
Setelah perilisan The Transporter 3, publik sempat mengekspektasikan hadirnya film keempat dengan cepat.
Namun karena tak kunjung terwujud, sang kreator, Luc Besson, memutar otak dengan mengadaptasinya menjadi serial televisi.
Peran Frank Martin diambil alih oleh Chris Vance (Prison Break), mendampingi aktor Prancis FranΓ§ois BerlΓ©and yang kembali memerankan Karakter Inspektur Tarconi.
Sayangnya, The Transporter: The Series gagal memikat penonton layaknya versi film layar lebar Statham.
Serial ini akhirnya dibatalkan hanya setelah berjalan 24 episode, meninggalkan musim keduanya dengan akhir cerita yang menggantung (cliffhanger).
Di situs Rotten Tomatoes, serial ini hanya mengantongi skor audiens sebesar 59% tanpa adanya skor resmi dari kritikus.
Kegagalan serial ini dinilai karena alur cerita yang terlalu dangkal dan lebih berfokus pada adegan kejar-kejaran mobil ketimbang pengembangan karakter maupun ketegangan plot.
Selain itu, akting dan kemampuan bela diri Chris Vance dianggap masih kalah karismatik dibanding Jason Statham.
2. Versi Layar Lebar: The Transporter Refueled
Upaya reboot kedua dilakukan untuk layar lebar melalui film The Transporter Refueled (2015), dengan menggaet aktor Ed Skrein (Game of Thrones) sebagai sosok Frank Martin yang baru.
Dari segi finansial, film ini sebenarnya terbilang sukses secara komersial dengan mencatatkan pendapatan sebesar US$ 72,6 juta dari anggaran produksi US$ 22 juta.
Jika dibandingkan, tiga film versi Statham sebelumnya masing-masing meraup US$ 43,9 juta, US$ 89,1 juta, dan US$ 112,9 juta.
Namun dari segi kualitas, The Transporter Refueled hancur babak belur. Film ini menerima skor memprihatinkan sebesar 15% di Rotten Tomatoes-paling rendah dalam sejarah waralaba The Transporter-dengan mayoritas kritik tajam tertuju pada lemahnya alur cerita.
Pada akhirnya, kegagalan dua proyek reboot ini menjadi bukti nyata bahwa pesona The Transporter sangat melekat pada sosok Jason Statham, dan karismanya sebagai Frank Martin terbukti sulit untuk digantikan.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
