Lagu Lawas Bawa Pee Wee Gaskins Kembali ke Nominasi AMI Awards 2026

Dicky Ardian
|
detikPop
Pee Wee Gaskins
Foto: Pee Wee Gaskins
Jakarta - Ada yang menarik dari dua nominasi Pee Wee Gaskins di Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026. Karya yang membawa mereka kembali ke panggung penghargaan musik nasional bukanlah materi baru sepenuhnya, melainkan lagu-lagu Indonesia dari lintas generasi yang mereka kemas ulang dengan sentuhan pop punk.

Lewat proyek Salute From Pee Wee Gaskins: Putar Waktu Kembali, band tersebut masuk dalam kategori Artis Solo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik melalui lagu Bermimpi. Mereka juga mendapat nominasi Album Rock Terbaik lewat album Salute From Pee Wee Gaskins.

Bermimpi akan bersaing dengan karya dari 510, for Revenge dan Stand Here Alone, Stereo Wall, serta Sukses Lancar Rejeki. Sementara di kategori album, Pee Wee Gaskins berhadapan dengan Akbar Bagus Giox, Sukses Lancar Rejeki, Black Horses, dan 510.

Proyek ini menjadi bagian dari fase baru Pee Wee Gaskins setelah mereka bergabung dengan label WeCord Evermore Indonesia pada 2025. Namun, alih-alih langsung memperkenalkan materi yang sepenuhnya baru, mereka memilih kembali menengok lagu-lagu yang punya hubungan dengan perjalanan musik mereka.

Pilihan tersebut bukan sesuatu yang benar-benar asing bagi Pee Wee Gaskins. Pada 2018, mereka sudah menggarap proyek Salute to 90's yang mengangkat lagu-lagu dari era tersebut dalam versi mereka sendiri.

Konsepnya kemudian diperluas melalui EP Salute From Pee Wee Gaskins: Putar Waktu Kembali. Lima lagu yang masuk di dalamnya adalah Piknik 72 milik Naif, Terbang dari GIGI, Aku Ingin milik /rif, Bermimpi dari Base Jam, dan Konservatif milik The Adams.

Dengan begitu, proyek tersebut gak hanya bermain di wilayah nostalgia. Pee Wee Gaskins juga mencoba mempertemukan lagu-lagu yang sudah dikenal dengan karakter pop punk yang selama ini menjadi identitas mereka.

Bagi Dochi Sadega, musik dari era 1990-an hingga 2000-an punya pengaruh penting terhadap perjalanan bermusik Pee Wee Gaskins. Ia pun menggambarkan proyek tersebut sebagai semacam ritual untuk kembali membawakan lagu-lagu yang dahulu mereka dengarkan dan jadikan inspirasi.

Pee Wee Gaskins dibentuk pada 2007 dan dikenal sebagai salah satu nama dalam perkembangan skena pop punk Indonesia. Alditsa 'Dochi' Sadega, Muhammad Fauzan 'Sansan' Santoso, Harry 'Ayi' Pramahardhika, Reza 'Omo' Satiri, dan Renaldy 'Aldy' Prasetya telah melewati perjalanan panjang bersama band tersebut.

(dar/dar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO