Round Up
Klarifikasi Ed Sheeran Soal Palestina dan Macklemore
Pemecatan Macklemore dari daftar penampil pembuka konser tur Loop gegara lantang meneriakkan Free Palestine berbuntut panjang. Semua artis pembuka termasuk FINNEAS, Lukas Graham, Aaron Rowe, hingga Boega mundur; menunjukkan dukungan atas apa yang disampaikan Macklemore.
Ed Sheeran, yang sekarang lagi jadi subjek meme banyak orang, dikritik karena sikapnya. Bahkan setelah dia menyampaikan klarifikasi saat tampil di Lincoln Financial Field, Philadelphia, AS, publik masih gak bisa menerima hal itu sebagai bentuk permohonan maaf.
Komentar miring bermunculan buat pelantun Thinking Out Loud itu. Mulai dari dirinya yang kelihatan membaca teleprompter (sehingga banyak yang menuding surat permintaan maafnya gak tulus, sampai ditulis oleh zionis), hingga pemilihan kata dalam surat tersebut.
Yang paling disoroti adalah tidak ada kata 'genosida' yang digunakan Ed Sheeran. Dalam pernyataannya, dia menyebut kejadian di Gaza merupakan 'ketidakadilan sistemik'.
Ed Sheeran juga bilang dia ada dalam posisi yang sulit. Juga berterima kasih kepada mereka yang tetap hadir ke konser setelah kontroversi berkembang dan viral.
"Saya tidak ingin mengecewakan penggemar, dan saya tidak pernah berniat menjadi musisi aktivis. Tapi situasi ini menempatkan saya di tengah perdebatan penting dan penuh emosi mengenai kebebasan berpendapat serta isu politik paling rumit di dunia. Konser saya selalu jadi ruang aman bagi siapa saja. Kini, saya ingin membahas mengenai posisi saya terkait situasi di Israel dan Palestina, serta apakah penampilan saya dalam konser malam ini mencerminkan sikap saya tersebut."
"Apa yang terjadi di Gaza sungguh membawa bencana, tidak dapat dibenarkan, dan tindakannya tidak adil. Hati saya hancur melihat besarnya kehancuran serta hilangnya nyawa warga sipil dan anak-anak. Selain itu, ketidakadilan sistemik yang sedang terjadi di Tepi Barat tidak boleh diabaikan begitu saja. Konser ini tetap menjadi tempat di mana siapa pun diterima, dan di sini setiap orang bisa berdiri berdampingan dengan mereka yang memiliki pandangan berbeda," begitu kutipan dari pernyataan Ed Sheeran.
Kontroversi yang menyeret Ed Sheeran soal Palestina dan Gaza berawal dari dicoretnya Macklemore sebagai penampil pembuka di konser Ed Sheeran di AS, setelah meneriakkan Free Palestine pada konser New Jearsey 5 September lalu.
Ed Sheeran menegaskan gak bisa bertanggung jawab atas keputusan tersebut. Kabarnya, ia mendapat tekanan dari pemilik New England Patriots, Robert Kraft. Perusahaan milik Kraft punya stadion tempat tur Ed Sheeran.
Momen Macklemore Manggung Bawa Bendera Palestina Foto: Macklemore/ Instagram |
Beberapa jam setelah pernyataan Ed Sheeran pada hari Selasa lalu, satu per satu para penampil pendukungnya memutuskan untuk mundur. Di AS, ia kerap didampingi oleh grup musik folk Irlandia, Beoga. Posisi Macklemore juga digantikan oleh grup musik Denmark, Lukas Graham, dan penyanyi Irlandia, Aaron Rowe, sebelum mereka akhirnya mundur.
Finneas, saudara laki-laki Billie Eilish yang dijadwalkan ikutan tur Ed Sheeran di Amerika Selatan akhir tahun ini, juga memutuskan untuk mundur pekan ini.
Sebelum konser yang digelar di Philadelphia akhirnya digelar tadi malam, demonstran pro-Palestina berkumpul di luar stadion. Banyak penonton yang sudah beli tiket konsernya sejak setahun lalu namun memilih mengembalikan tiket dan ikuti demonstrasi.
Menurut data Pollstar bulan Mei 2026, tur Loop Tour milik Ed Sheeran merupakan tur dengan pendapatan kotor tertinggi di dunia, dengan rata-rata pendapatan tiket lebih dari $7 juta per kota. Hingga akhir tahun 2025, Ed Sheeran tercatat sebagai penampil konser dengan pendapatan tertinggi ketiga sejak tahun 2021.
(aay/pus)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan

