Surya Saputra Rela Gak Tidur 24 Jam demi Film Menang untuk Kalah
Hal itu dilakukan untuk mendukung adegan puncak ketika Bima berada dalam kondisi emosional. Surya mengaku tantangan tersebut cukup berat karena adegan menuntut luapan emosi di tengah stamina yang minim.
"Itu adegan puncak, saat lihat saya lagi marah-marah dan hancur. Dan hari itu ekstra, karena Persib baru menang. Dan kita ketegarannya luar biasa. Dalam keadaan begitu, harus tetap jaga emosi," beber Surya Saputra dalam konferensi pers di di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Sutradara Hasto Broto memang sengaja meminta Surya tidak tidur agar ekspresi wajah Bima terlihat alami tanpa bantuan riasan.
"Karena saya butuh lebih kepada ekspresi, fisik, ada satu scene yang saya buat khusus untuk tidak tidur selama 24 jam. Saya bilang jangan tidur, karena saya butuh ekspresi dia tanpa make up," ujar Hasto Broto.
Proses syuting berlangsung di tengah euforia kemenangan Persib yang turut membuat situasi di luar lokasi cukup ramai. Namun, Surya menyebut proses produksi tetap berjalan lancar berkat arahan sutradara.
"Untungnya pak Hasto dari awal memberikan ruang dan kasih arahan yang tegas. Jadi lancar sih," lanjutnya.
Surya memaknai karakter Bima melalui satu kata, yakni "maaf". Menurutnya, Bima merupakan sosok kepala keluarga yang berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi mengambil keputusan yang keliru.
"Maaf ini buat saya berarti kan ada kesalahan yang dia buat. Suatu permintaan maaf dan dimaafkan. Tapi bagimana kalo dia kembali membuat kesalahan. Apakah dimaafkan atau tidak. Ini adalah sebuah perjuangan laki-laki untuk menghidupi keluarganya dengan cara apapun, meskipun terkadang caranya salah," tutur Surya.
Ia juga menilai komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun keluarga. Hal tersebut menjadi salah satu persoalan yang dihadapi Bima dalam film.
"Keluarga buat saya satu kesatuan ya. Kadang kita menghadapi masalah, tapi gimana kita komunikasikan dengan jujur dan dibicarakan. Nah di film ini, dia merasa bisa menyelesaikan semua. Karena merasa laki, ya menyelesaikan sendiri," ungkapnya.
Menang untuk Kalah berkisah tentang Bima, kepala keluarga kelas menengah yang menghadapi tekanan ekonomi. Demi mencari jalan keluar, ia terjebak dalam pinjaman online ilegal dan judi online hingga berdampak pada kondisi ekonomi serta keharmonisan rumah tangganya dengan Dewi, yang diperankan Lulu Tobing.
Film arahan Hasto Broto dengan skenario karya Jujur Prananto ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 14 November 2026. Film tersebut dibintangi Surya Saputra, Lulu Tobing, Ajil Ditto, Putri Ziani, Tike Priatnakusuma, dan Yessy Gusman.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
