Bukan Sekadar Soundtrack, FFI Perketat Aturan Kategori OST Tahun Ini

Febryantino Nur Pratama
|
detikPop
Jumpa pers Festival Film Indonesia (FFI) 2026
Foto: Dok.Febriyantino/ detikpop
Jakarta - Festival Film Indonesia (FFI) memperketat aturan pada kategori musik dalam penyelenggaraan tahun ini. Standardisasi tersebut diterapkan untuk memastikan penghargaan diberikan kepada karya musik yang memang diciptakan khusus untuk mendukung narasi sebuah film, bukan lagu yang telah beredar sebelumnya.

Penyesuaian regulasi ini dilakukan setelah komite menerima evaluasi dan masukan dari para sineas serta penata musik terkait mekanisme penjurian pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Komite FFI, Ario Bayu, mengatakan perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi untuk memperbaiki mekanisme penjurian sekaligus memberikan apresiasi yang lebih tepat kepada pencipta musik film.

"Karena tahun lalu pun kami juga melihat dari teman-teman merasa ada ada apa ya, ada mekanisme penjurian yang harus di dirubah dan akhirnya kami mitigasi dan dan kami juga istilahnya mendukung perubahan itu dan kami juga setuju gitu. Jadi makanya kita ada perubahan di tahun ini," tutur Ario Bayu saat ditemui awak media di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).

Menurut Ario, terdapat perbedaan mendasar antara ketentuan kategori musik pada penyelenggaraan sebelumnya. Jika sebelumnya musik yang tidak secara khusus dibuat untuk sebuah film masih berpeluang masuk nominasi, kini FFI menitikberatkan penilaian pada karya yang benar-benar orisinal untuk film tersebut.

"Kalau kemarin kan original soundtrack ya, jadi bukan original soundtrack jadi musik siapapun juga yang tidak original untuk musik film itu boleh masuk dan boleh dinominasikan dan mungkin ada kesempatan untuk mendapatkan penganugerahan. Tapi tahun ini musik-musik yang khususnya itu dibuat untuk film itu, itulah yang original," kata Ario.

Dengan perubahan tersebut, fokus apresiasi FFI diarahkan kepada komposer dan pencipta musik yang sejak awal mendedikasikan karyanya untuk mendukung visi sinematik sebuah film secara utuh.

Duta FFI, Nirina Zubir, turut mendukung perubahan regulasi tersebut. Ia menilai pengetatan aturan dapat memberikan penghargaan yang lebih proporsional kepada para komposer yang menciptakan musik berdasarkan kebutuhan dan konsep sebuah film.

"Karena kan udah maksudnya lagu itu dibikin maksudnya sesuai dengan konsep filmnya, sejalan dengan filmnya, menceritakan yang sama bukannya yang udah ada tapi karena sejalan dimasukin. Kalau ini kan benar-benar membuat baru sesuai dengan waktu timeline-nya si pembuatan film ini. Wah itu sih lebih butuh diberikan apresiasi ya," ungkap Nirina Zubir.

Ario menegaskan, perubahan aturan tersebut pada akhirnya tetap berangkat dari tujuan utama FFI. Yakni memberikan rekognisi kepada para pekerja seni dan sineas atas dedikasi mereka dalam menghasilkan karya perfilman.

"I mean, sorry aku bukan, it's really just giving the appreciation, memberikan rekognisi kepada seniman-seniman atau sineas-sineas yang memang sudah berdedikasi selama setengah hidupnya (di Film)," pungkas Ario Bayu.

(fbr/tia)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO