Round Up

Buntut Macklemore Dipecat, Semua Musisi Pembuka Konser Ed Sheeran Pilih Cabut

Asep Syaifullah
|
detikPop
LAS VEGAS, NV - SEPTEMBER 20: Recording artists Macklemore (L) and Ed Sheeran attend the 2014 iHeartRadio Music Festival at the MGM Grand Garden Arena on September 20, 2014 in Las Vegas, Nevada. (Photo by Theo Wargo/Getty Images for iHeartMedia)
Foto: Theo Wargo
Jakarta - Kali ini tentang konser Ed Sheeran yang lagi jadi perbincangan. Konser penyanyi asal Inggris tersebut menjadi heboh usai Macklemore dipecat. Hal ini ternyata berimbas, kepada semua musisi pembuka konser tersebut yang memilih mengundurkan diri.

Hal ini sebagai bentuk solidaritas terhadap rapper Macklemore, yang sebelumnya dicoret dari tur akibat melontarkan pernyataan mendukung Palestina di atas panggung.

Penyanyi dan produser peraih Grammy, Finneas, menjadi musisi terbaru yang mengumumkan pengunduran dari enam jadwal pertunjukan Ed Sheeran di Amerika Selatan.

Langkah ini diambil, usai pernyataan Ed Sheeran yang menjelaskan adanya tekanan dari para pemilik venue untuk mendepak Macklemore.

"Para seniman tidak boleh dibungkam ketika mereka menyuarakan penentangan terhadap penindasan," tulis Finneas di media sosialnya.

"Saya berdiri bersama Palestina dan rakyatnya."

Kericuhan ini bermula saat Macklemore menyampaikan pidato berdurasi dua menit di Stadion MetLife, New Jersey.

Di atas panggung, ia menyerukan Free Palestine dan menegaskan dunia tidak melupakan masyarakat di Gaza dan Tepi Barat.

Pernyataan tersebut, memicu reaksi keras dari beberapa pihak. Termasuk, Dewan Israel-Amerika (Israeli American Council) dan pemilik stadion besar seperti Robert Kraft (miliarder pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium).

Pemilik venue dan pihak promotor memberikan ancaman, tidak akan mengizinkan konser Sheeran berlangsung jika Macklemore tetap tampil sebagai pembuka.

Unggahan Ed Sheeran

Melalui unggahan Instagram, Ed Sheeran mengonfirmasi pencoretan Macklemore dan menyebut keputusan tersebut murni berada di tangan promotor dan pemilik stadion, bukan dirinya.

Ed Sheeran mengaku telah berusaha mencari jalan tengah namun gagal. Keputusan pencoretan Macklemore, berbuntut panjang dan memicu reaksi berantai dari musisi pendukung lainnya:

Aaron Rowe (Penyanyi asal Irlandia): Mundur dari 10 jadwal sisa di Amerika Utara. Ia menegaskan tidak bisa tinggal diam, melihat pemilik modal membungkam suara yang menentang pembantaian dan pendudukan di Palestina.

Beoga (Band tradisional Irlandia yang menjadi pengiring Sheeran): Turut mundur dari jadwal konser di AS sebagai bentuk protes atas pembungkaman Macklemore oleh lobi-lobi tertentu.

Lukas Graham (Grup pop asal Denmark): Vokalis Lukas Forchhammer menegaskan, kekayaan atau uang seseorang tidak berhak menentukan siapa yang boleh bersuara atas penderitaan warga sipil dan anak-anak.

Langkah pengunduran diri para musisi ini mendapat dukungan luas dari selebritas lain. Beberapa di antaranya adalah, penyanyi Kehlani hingga pencipta konten edukasi anak Ms Rachel, yang menyayangkan sikap Sheeran karena, dianggap tunduk pada tekanan pihak sponsor dan pemilik stadion.

Sementara itu, pihak Robert Kraft membela keputusannya dengan mengklaim pembatalan penampilan Macklemore didasari oleh rekam jejak retorika yang dinilai sensitif bagi komunitas Yahudi. Meski menyatakan tetap terbuka untuk berdialog demi menghentikan penderitaan semua pihak.

(ass/pus)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO