Band 510 Bikin Magnumotion Loud Fest 2026 Makin Berisik, SIO Squad Moshing
510 yang beranggotakan Faizal Permana alias Ical sebagai vokalis, Pras Goldinantara di gitar, dan Ronal Adrian pada bass, membawakan sejumlah lagu andalan. Di antaranya Collapsed, Death Parade, Callout, Mama, Plastic Faith, Esa, Dead Clone, dan Ritual. Energi penonton semakin terasa ketika lagu-lagu tersebut dimainkan. Para penggemar tampak menikmati penampilan 510 dengan membentuk circle pit, moshing, hingga headbanging.
Usai tampil, Ical mengaku selalu mendapatkan energi luar biasa setiap kali manggung di Bogor.
"Wah, seperti biasa, Bogor, Sentul, crowd-nya selalu memberikan energi yang luar biasa tiap kita main ke sini," kata Ical di Magnumotion Loud Fest 2026, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2026).
Pras juga mengaku senang bisa kembali tampil di Magnumotion Loud Fest. Sementara Ronal berharap 510 kembali mendapat kesempatan tampil di Bogor. "Dan akhirnya kita main lagi di Magnumotion Loud Fest kali ini luar biasa. Luar biasa," ujar Pras.
"Selalu excited untuk datang ke Bogor sih. Semoga kita diajakin lagi ke sana," timpal Ronal sambil tertawa.
Menurut personel 510, Magnumotion Loud Fest punya persiapan yang matang sebagai festival musik keras. Mereka menyoroti produksi hingga kualitas tata suara yang mendukung penampilan para musisi.
"Well prepared-lah. Dari produksi, sound system, dan segala macamnya. Happy, kita happy," kata Ronal.
Ical menambahkan, Magnumotion sudah memiliki pengalaman dalam menggelar acara musik keras. "Kalau udah Magnum musik keras, memang udah bosnya itu," ucapnya.
510 Band di Magnumotion Loud Fest 2016 Foto: Dok.Febriyantino/ detikpop |
Salah satu hal yang menarik perhatian 510 adalah keberagaman penonton. Mereka melihat penggemar musiknya tidak hanya berasal dari kalangan yang identik dengan musik metal atau rock. Bahkan, sejumlah penonton perempuan berhijab terlihat ikut menikmati penampilan mereka dan hafal dengan lagu-lagu 510.
"Wah, kita juga gak nyangka sebenarnya," kata Ical.
Ronal menimpali, "Ternyata pada hapal lagu kita."
Ical pun mengaku senang karena musik 510 bisa menjangkau pendengar dari berbagai kalangan. "Alhamdulillah senang sih dapat pendengar baru juga," ujarnya.
Pras mengatakan fenomena itu menjadi sesuatu yang membuat mereka kagum. Menurutnya, penonton 510 kini semakin beragam. "Gak cuma mas-mas gondrong baju hitam. Ternyata ada juga cewek-cewek yang bahkan ada yang pakai hijab juga, mau menikmati musik kita. Respect, respect. Kita sangat-sangat respect dan berterima kasih," tutur Pras.
Ical juga menyoroti bagaimana penonton tetap menjaga kenyamanan sesama penikmat musik. "Respect juga sama crowd meskipun circle pit segala macam, tapi respect sama ceweknya yang mau nonton enjoy gitu jadi enggak diganggu," katanya.
510 tetap membawa akar musik metalcore dan post-hardcore dalam karya-karyanya. Namun, mereka juga mencoba menghadirkan lagu dengan nuansa yang lebih mudah dinikmati oleh pendengar dari berbagai latar belakang.
"Mungkin karena itu enggak jauh dari roots genre-nya kita kali ya. Kita juga di situ, di metalcore dan post-hardcore kita bereksperimen di situ," jelas Ical.
Pras menambahkan 510 memiliki sejumlah lagu yang menurut mereka memiliki nuansa cukup pop.
"Kita juga punya lagu-lagu yang cukup pop menurut kita. Yang mungkin si teteh-teteh hijabers tadi bisa menikmati lagunya juga. Jadi sebenarnya dari berbagai macam kalangan sih yang dengerin 510. Alhamdulillah," katanya.
Bagi musisi yang baru membangun band, 510 punya pesan sederhana: jangan berhenti berkarya dan harus percaya pada karya sendiri. "Jangan setop, jangan setop berkarya aja sih," ujar Ronal.
"Betul. Yakin, yakin sama karya sendiri," sambung Pras.
"Semangat berkarya terus. Dan yang pasti harus konsisten," tambah Ical.
Magnumotion Loud Fest 2026 sendiri menghadirkan sejumlah nama dari skena musik keras Indonesia. Selain 510, ada Seringai, for Revenge, Stand Here Alone, The Paps, The Jansen, Cloath, Kraken, serta sejumlah penampil lainnya.
Kehadiran berbagai musisi dalam satu panggung membuat festival ini menjadi ruang bagi para pencinta musik keras untuk menikmati beragam penampilan sekaligus. Penonton pun bisa bertemu dengan sesama penggemar dan merasakan langsung atmosfer musik keras dalam satu gelaran.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan

