Cerita Pelukis Christopher Lehmpfuhl Lukis Monas hingga Curug Gunung Salak

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Pelukis Berlin Christopher Lehmpfuhl di Pameran Seni SBY Art Community
Lukisan Monas karya pelukis asal Berlin, Christopher Lehmpfuhl. Foto: Tia Agnes/ detikcom
Jakarta - Pameran seni Art for Peace and a Better Future: Collaboration yang digagas oleh SBY Art Community resmi dibuka di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, tadi malam. Sebanyak 21 seniman dari komunitas, dan 5 lukisan cilik dipajang di Galeri Emiria Soenassa dan Oesman Effendi.

Salah satu seniman yang menarik perhatian adalah Christopher Lehmphfuhl yang mewakili Kornfeld Galerie Berlin. Pelukis asal Jerman itu awalnya dihubungi oleh Presiden ke-6 RI, SBY, dan diajak bersama keluarganya untuk main ke Indonesia.

Di momen itulah, ia diajak main ke kediaman SBY di kawasan Cikeas, Jawa Barat, lalu jalan-jalan ke Jakarta melihat Monumen Nasional (Monas) sampai ke Gunung Salak, Candi Prambanan hingga Borobudur di Magelang.

Alhasil, Christopher membuat lukisan bergaya ekspresionisme dengan cat air yang dibuatnya dengan teknik melukis pakai jari. Secara langsung, ia membuat karyanya di luar ruang (outdoor) dan on the spot. Ada kesan spontan, otentik, dan khas banget gayanya.

Dalam wawancara, ia mengatakan membawa lukisan cat air dan sketsa hitam-putih yang diakuinya sebagai bangunan terindah yang pernah dilihatnya.

Pelukis Berlin Christopher Lehmpfuhl di Pameran Seni SBY Art CommunityPelukis Berlin Christopher Lehmpfuhl saat ditemui di media previre pameran seni SBY Art Community di TIM, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2026). Foto: Tia Agnes/ detikcom

"Seorang rekan memberi saya tinta Tiongkok, dan saya membuat seri yang terdiri dari sekitar 10 karya lukisan tinta dan cat air berdasarkan foto-foto yang saya ambil saat di Jerman. Sebenarnya saya tidak biasa melukis berdasarkan foto, namun dalam kasus ini, melukis langsung di lokasi candi tidak memungkinkan karena jadwal kegiatan yang sangat padat. Jadi, saya sangat senang bisa membawanya kembali dan memamerkannya di sini," ungkapnya.

Salah satu pengalaman lainnya yang diakuinya memorable adalah saat melukis di Jakarta. Ia melihat langsung megahnya Monas dari atas bangunan Balai Kota DKI Jakarta. Gak disangka, ia melihat lanskap Monas beserta dengan gedung-gedung tinggi di sekitarnya.

"Saya mencoba menangkap bentuk kota ini, memang cukup rumit untuk digambarkan-maksud saya, setiap kota memiliki bentuk, warna, dan karakteristik cahayanya sendiri," katanya.

Pelukis Berlin Christopher Lehmpfuhl di Pameran Seni SBY Art CommunityPelukis Berlin Christopher Lehmpfuhl di Pameran Seni SBY Art Community Foto: Tia Agnes/ detikcom

"Jakarta tentu saja, adalah kota dengan tingkat polusi yang agak tinggi dibandingkan kota lainnya, namun tetap punya bentuk yang sangat menarik. Monumennya pun sangat mengesankan karena tampak seperti sebuah karya seni pahat di tengah keseluruhan pemandangan tersebut," tegasnya.

Di perjalanan yang sama, Christopher juga jalan-jalan ke Gunung Salak dan melukis curug yang ada di sana. Rindangnya pepohonan sampai segarnya air terjun di kaki Gunung Salak, sama-sama membuatnya terpukau.

Penasaran ingin melihat lukisan-lukisan Christopher? Cus merapat langsung ke TIM ya.

(tia/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO