Detail Phoenix Jean Grey Muncul di Pertarungan Akhir Spider-Man
Dalam proses pengembangan cerita, Destin Daniel Cretton memfokuskan perhatian pada pemilihan musuh yang dapat memberikan tantangan visual yang unik. Keputusannya jatuh pada pasukan ninja yang dikendalikan oleh Jean Grey, karakter yang diperankan oleh aktris Sadie Sink.
"Lawan apa yang lebih baik untuk dihadapi selain sekumpulan ninja ajaib?" ungkap Destin Daniel Cretton dalam materi promosi film tersebut.
Koreografer laga, Zhang, menjelaskan gerakan pasukan The Hand terinspirasi dari tarian merak yang mengedepankan kesatuan gerak. Konsep ini kemudian dikembangkan lebih jauh dengan menggabungkan esensi Phoenix yang melekat pada karakter Jean Grey.
Dalam formasi bertarung, para ninja diatur sedemikian rupa untuk merepresentasikan bentuk kepala dan sayap burung tersebut.
Spider-Man: Brand New Day (2026) Foto: Dok. Sony Pictures |
"Saya mulai berpikir untuk membuat pertarungan ini terasa seperti burung Phoenix. Ninja di bagian tengah mewakili kepala, sementara ninja di setiap sisi mewakili sayap. Kami membangun formasi di sekitar konsep itu," beber Zhang.
Tim produksi juga memastikan setiap gerakan bela diri dalam film ini tetap mengusung unsur tradisional. Meskipun merupakan film bertema superhero, teknik bela diri yang digunakan oleh para ninja didasarkan pada gerakan asli untuk memberikan kepuasan bagi para penggemar bela diri maupun pemain video game Spider-Man.
Tantangan terbesar dalam pengambilan gambar terjadi saat syuting di lokasi penjara asli. Penggunaan kabel menjadi sangat kompleks karena harus melewati celah jeruji besi dan dinding beton yang tebal.
Tim teknis bahkan harus memasang kamera tambahan karena posisi operator kabel terhalang oleh struktur bangunan penjara, sehingga mereka tidak bisa melihat aktor secara langsung.
"Kabel-kabel tersebut harus diarahkan di sekitar jeruji dan bangunan. Semakin jauh jaraknya, semakin besar jeda waktu dalam penarikan kabel, yang menjadi tantangan besar. Kami melakukan pengambilan gambar untuk adegan tersebut selama sekitar 12 hari," jelas Zhang.
Keterlibatan Tom Holland dalam melakukan aksi berbahaya sendiri juga menjadi faktor penting dalam kualitas adegan laga tersebut. Latar belakang fisiknya yang prima memberikan keleluasaan bagi tim koreografi untuk merancang gerakan yang rumit, termasuk pengambilan gambar dalam satu tarikan panjang (long take) saat ia dikejar oleh tujuh ninja sekaligus.
"Latar belakang fisiknya sangat baik, sehingga kami tidak perlu menahan diri. Dia memberikan kepercayaan diri kepada kami untuk merancang urutan adegan yang rumit baginya," pungkas Zhang.

