Selebrasi Turn On Power 15 Tahun Berkarya Lewat Album Menjadi Dewasa
Menjadi Dewasa menjadi rekaman perjalanan Turn On Power sejak remaja hingga kini memasuki fase kehidupan yang lebih matang. Band yang resmi terbentuk pada 10 Maret 2011 itu mengalami banyak perubahan dalam perjalanan kariernya.
Salah satu yang paling terasa adalah perubahan formasi. Awalnya terbentuk sebagai grup dengan lima personel, kini Turn On Power mantap jadi trio: Dimas D Hartawan sebagai vokalis, gitaris, sekaligus penulis lagu; Adithya Perkasa yang mengisi bass dan vokal; serta Yoga Prasetyo di posisi drum.
Selama 15 tahun berkarier, Turn On Power konsisten menghadirkan warna musik rock ke dalam karya mereka; ciri khas itu juga tetap terasa di album Menjadi Dewasa. Meski gak dipungkiri ada beberapa suara yang terpengaruh oleh band pop-punk dan rock seperti Simple Plan hingga Pee Wee Gaskins.
"Album ini menjadi refleksi perjalanan para personel yang dulu menghabiskan waktu bersama sebagai remaja, berangkat sekolah bersama, hingga kini menjalani kehidupan masing-masing. Meski dipisahkan oleh jarak, mereka tetap berhasil menyatukan cerita dan menjadikannya sebuah album yang utuh," terang Turn On Power dalam rilis resminya diterima detikcom pada Jumat (17/7/2026).
Album Menjadi Dewasa berisi tujuh lagu: Gama Harsa, Arti Frasa Berbeda, Narasiku, Merayakan Kalah, Bait Bermuara, Prosa Tanpa Titik, dan Epilog Memori.
Seluruh lagi disusun dengan alur cerita yang saling berkaitan. Mulai dari perjalanan, perbedaan sudut pandang, refleksi atas kegagalan, hingga akhirnya menemukan penerimaan dan meninggalkan kenangan yang akan selalu hidup.
Turn On Power rilis album Menjadi Dewasa buat perayaan 15 tahun berkarya. Foto: dok. Turn On Power |
Proses kreatifnya terbilang unik sebab masing-masing personel saat ini tidak tinggal di lokasi yang sama. Ide lagunya dikembangkan lewat chat WhatsApp, semua proses berlangsung di lanskap digital.
Baru dari sana mereka berkolaborasi dengan produser Shidunt Monokrom buat menyatukan semua ide, mengubahnya jadi karya album yang koheren, dengan single Epilog Memori sebagai representatif dari album ini.
Selain sebagai bukti perjalanan pendewasaan, album ini juga jadi bukti bahwa mimpi mereka selama 15 tahun masih sama: jadi bintang rock di skena musik Indonesia. Turn On Power berharap album ini bisa diterima, lebih-lebih bisa jadi OST kehidupan banyak orang.
"Buat kami, mimpi menjadi rockstar masih sama seperti saat pertama kali membentuk band 15 tahun lalu. Kami masih percaya mimpi itu bisa diwujudkan. Semoga lagu-lagu kami juga bisa menjadi bahan bakar semangat untuk siapa pun yang sedang berjuang mengejar mimpinya," tutup Turn On Power.
(aay/mau)

