Gachiakuta Jadi Serial Anime Baru Terbaik, Sutradara Ngaku Tertekan

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Serial Anime Gachiakuta
Foto: @Gachiakuta_News/ X
Jakarta - Serial Gachiakuta masih seumur jagung namun prestasinya gak kaleng-kaleng. Anime yang tayang eksklusif di Crunchyroll ini diganjar tiga kategori terbaiknya yakni sebagai Serial Baru Terbaik, Desain Karakter Terbaik, dan Seni Layar Belakang Terbaik.

Sutradara Fumihiko Suganuma dalam wawancara yang dimuat di situs Crunchyroll saat ajang Anime Expo 2026 ngaku gak pernah menyangka bisa memenangkan banyak penghargaan.

"Jadi saya terkejut, saya juga merasa sangat tertekan karenanya," katanya.

Menurutnya, anime Gachiakuta adalah serial pertama yang disutradarainya. Ia gak nyangka anime yang hadir dengan premis sederhana tentang 'sampah' itu disambut meraih bagi penggemarnya.

"Ini adalah serial pertama yang saya sutradarai, saya benar-benar merasa bukan hanya saya. Tapi seluruh staf terutama karena studio besar seperti itu memilih saya untuk mengerjakan serial ini," sambungnya.

Serial Gachiakuta punya metafora unik yang menjadikannya beda dari anime kebanyakan. Ungkapan seperti 'sampah bagi satu orang adalah harta bagi orang lain'. Ceritanya fokus pada seorang anak laki-laki bernama Rudo yang dibuang seperti sampah, dan ia menemukan dukungan di antara tumpukan sampah tempatnya terpaksa bertahan hidup.

Tapi Gachiakuta lebih dari sekadar narasi keluarga yang ditemukan. Serialnya seakan jadi pengingat 'sampah' yang dibuang masih punya nilai di dalamnya.

Sang sutradara juga mengatakan karakter Rudo dalam cerita bisa baik disampaikan, dari marah ke bahagia maupun sebaliknya.

"Perpindahan emosi antara marah dan bahagia bisa terjadi dengan mudah, seperti menekan saklar lampu. Saya perlu mengatur peralihan emosi secara bertahap, seperti meningkatkan intensitas perubahan agar peralihan lebih mudah bagi para aktor," katanya.

Hal itu jadi tantangan tersendiri baginya. "Itu gak mudah," tukasnya.

Anime Gachiakuta diadaptasi dari manga karya Kei Urana yang menceritakan tentang ketimpangan sosial di mana barang-barang serta orang-orang yang dianggap tidak berguna dibuang secara kejam ke dunia bawah tanah (Abyss).

Di sana, sang karakter utama (Rudo) menyadari bahwa benda buangan yang dicap sebagai "sampah" sebenarnya memiliki jiwa dan dapat membangkitkan kekuatan luar biasa jika dirawat dengan penuh makna.



(tia/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO