Moana Live-Action Gagal pada Pekan Perdana, Strategi Disney Dipertanyakan

Asep Syaifullah
|
detikPop
Penampilan Dwayne Johnson sebagai Maui di live action Moana.
Foto: dok. Disney
Jakarta - Strategi jangka panjang Disney dalam mendaur ulang film animasi klasik menjadi format live-action kini menghadapi rintangan besar. Film terbaru mereka, Moana (2026), mencatat hasil yang sangat mengecewakan pada pekan perdana penayangannya.

Film yang dibintangi oleh Dwayne "The Rock" Johnson ini hanya mampu meraup USD 95 juta secara global. Tertinggal jauh dari target awal pihak studio yang membidik angka USD 140 juta.

Di pasar Amerika Utara, film berbiaya produksi fantastis sebesar USD 250 juta ini hanya mengantongi USD 43 juta, ditambah USD 52 juta dari pasar internasional.

Angka ini bahkan lebih rendah dibandingkan pendapatan pekan pertama film animasi orisinalnya pada 2016 lalu (USD 56 juta), tanpa menghitung inflasi.

Dengan awal yang lesu ini, para analis industri memproyeksikan Disney terancam mengalami kerugian hingga lebih dari USD 100 juta.

Kegagalan Moana di tangga box office memicu gelombang kritik tajam. Di situs Rotten Tomatoes, film yang disutradarai oleh Thomas Kail ini mencatat skor kritikus terendah dalam sejarah remake Disney, yakni hanya 34%.

Banyak kritikus film film menyebutnya sebagai produk yang 'tanpa jiwa' dan sekadar tiruan frame-by-frame dari versi animasinya. Meskipun demikian, respons penonton berbanding terbalik dengan memberikan nilai 90% (Verified Hot) serta nilai A- dari CinemaScore.

Para pakar industri menilai kejenuhan penonton dipicu oleh timing yang terlalu mepet.

Berbeda dengan remake sukses seperti The Lion King atau Aladdin yang memiliki jarak puluhan tahun dari versi animasinya, Moana live-action hadir hanya berselang 10 tahun dari film pertamanya, dan kurang dari dua tahun setelah sekuel animasinya, Moana 2 (2024), sukses besar di bioskop.

Penonton merasa versi animasi aslinya masih sangat membekas dan belum membutuhkan sebuah adaptasi baru.

Faktor lain yang menjegal langkah Moana di bioskop adalah ketatnya kompetisi film keluarga pada musim panas ini.

Langkah Moana tertahan oleh dominasi Toy Story 5 milik Pixar yang masih kokoh dan kini hampir menembus angka pendapatan USD 1 miliar secara global, serta film Minions & Monsters dari Universal yang berada di posisi kedua.

Hasil buruk dari Moana, yang mengekor kekecewaan finansial film Snow White sebelumnya, kini memicu pertanyaan mendasar di kalangan pengamat industri film: apakah formula live-action remake milik Disney sudah mulai usang dan kehilangan taringnya?

Studio berlogo tikus ini tampaknya harus mengevaluasi ulang lini masa dan urgensi proyek-proyek remake mereka di masa mendatang.

(ass/aay)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO