Round-Up

Mengenang Temon: Sosok Ayah Humoris dan Memori Indah Saat Wisuda

tim detikcom
|
detikPop
temon
Foto: dok Instagram temontemplar27
Jakarta - Dunia hiburan tanah air kembali berduka. Komedian sekaligus aktor senior Simson Rarameha Ngadang, yang lebih dikenal luas dengan nama panggung Temon, meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) pukul 08.42 WIB.

Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh asistennya, Febry, yang menyebutkan bahwa almarhum mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit akibat serangan jantung.

Selain itu, Temon juga diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Kepergian Temon yang mendadak ini menjadi pukulan berat sekaligus menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga.

Putri kelima Temon, Rambu, mengungkapkan bahwa ia sama sekali tidak melihat adanya tanda-tanda penurunan kondisi kesehatan pada sang ayah sebelum berpulang.

Menurut Rambu, ayahnya adalah sosok yang sangat tegar dan hampir tidak pernah mengeluhkan rasa sakit di depan anak-anaknya.

Di mata keluarga, almarhum lebih memilih memendam sendiri kondisi tubuhnya agar tidak membuat anak-anaknya cemas.

"Kadang sih dengernya ditahan sih. Jadi yang sering ngurus Papa kan ada kakak sama abang kan. Jadi saya kurang tahu detailnya kayak gimana, cuma sering dikabarin update-annya saja gimana, terus sering nanya kabar gitu. Kalau ngeluh ke saya sih enggak. Kayak di depan saya kayak ya sudah kuat gitu," kata Rambu saat ditemui di rumah duka kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Enggak, Papa tuh enggak pernah ngeluh kalau sakit. Sering dipendam," tuturnya menambahkan.

Rambu juga menceritakan momen terakhir kali ia berkomunikasi dengan sang ayah, yakni pada Rabu malam sebelum Temon tiada.

Dalam percakapan telepon tersebut, tidak ada pembahasan mengenai penyakit. Layaknya seorang ayah yang perhatian, Temon justru memberikan informasi mengenai sebuah acara seminar yang dinilainya bagus untuk diikuti oleh sang putri.

"Hari Rabu malam kalau enggak salah. Komunikasi terakhir. Cuma ngasih tahu ada seminar gitu buat saya ikutin gitu," ujar Rambu mengenang percakapan tersebut.

"Enggak sih, enggak ada tanda-tanda apa-apa," tuturnya terkait kondisi sang ayah menjelang wafat.

Tak lama setelah komunikasi terakhir itu, pada Minggu pagi, Rambu tiba-tiba mendapat telepon dari kakaknya yang mengabarkan bahwa Temon harus dilarikan ke rumah sakit.

Namun, ketika Rambu tengah bersiap-siap dan berada di perjalanan menuju rumah sakit, ia kembali menerima telepon susulan yang membawa kabar duka bahwa sang ayah sudah mengembus napas terakhir.

Di mata keluarga, Temon digambarkan sebagai figur orang tua yang luar biasa hebat. Karakter jenaka yang kerap ia tunjukkan di layar kaca ternyata sama persis dengan sifat aslinya sehari-hari di rumah yang selalu menghibur keluarga.

"Menurut saya... susah sih dipake kata-kata gitu. Kayak ya sudah, sosok Ayah yang... gimana ya? Ya hebat lah. Kayak... hebat lah, enggak tahu bingung," ungkap Rambu.

"Mungkin momen ngelucunya kali ya. Kayak kadang sering ngelucu juga... Aslinya juga lucu," imbuhnya sambil tersenyum mengenang kejenakaan sang ayah.

Selain humoris, Temon juga merupakan sosok orang tua yang selalu mengutamakan pendidikan anak-anaknya. Rambu mengenang masa sekolahnya ketika sang ayah selalu turun tangan langsung membantunya belajar atau menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang sulit.

Tak hanya itu, almarhum juga tak pernah lelah menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kesederhanaan hidup.

"Kemarin kayak bilang harus jadi orang, kayak jadi orang tuh harus baik, enggak boleh... pokoknya ngasih nasihat yang kalau bisa jangan ngerepotin orang, jangan... jangan jadi orang yang jahat saja deh," kenang Rambu mengenai nasihat terakhir sang ayah.

Dari sekian banyak momen kebersamaan mereka, acara wisuda Rambu menjadi salah satu memori yang paling indah sekaligus membekas di hati.

Rambu mengaku sangat bahagia dan bersyukur karena sempat memperlihatkan keberhasilannya menyelesaikan pendidikan di hadapan sang ayah sebelum beliau berpulang.

"Senang sih, karena keluarga pada ngumpul semua kan akhirnya wisuda. Terus ya sudah, waktu berharga banget itu. Enggak nyangka saja sih. Bahagia banget lah, enggak bisa pakai kata-kata deskripsiin," tuturnya dengan penuh emosional.

Momen manis berkumpulnya seluruh keluarga di acara wisuda serta sebuah pertemuan keluarga setelahnya kini resmi menjadi kenangan terakhir yang ditinggalkan sang komedian senior sebelum berpulang untuk selamanya.

(ass/nu2)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO