Jasa Makeup hingga Polaroid, Intip Peluang Bisnis di Festival K-Pop
Salah satu event yang menarik perhatian masyarakat yaitu Allo Bank Festival 2026 yang menghadirkan grup K-pop CORTIS. Mulai dari jasa hairdo dan makeup, open trip, jasa titip (jastip) barang, hingga foto polaroid, berbagai layanan tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan penggemar yang ingin menikmati konser dengan lebih nyaman sekaligus mendapatkan pengalaman yang berkesan.
Makeup dan Hairdo Jadi Andalan Sebelum Konser
Foto: Hana Nushratu/detikcom |
Salah satu layanan yang banyak diburu penggemar adalah jasa makeup dan hairdo. Tak sedikit penonton yang datang langsung ke venue tanpa sempat mempersiapkan penampilan mereka sebelumnya.
Dian, seorang makeup artist (MUA) asal Tangerang, melihat momen festival K-pop sebagai peluang usaha yang saling menguntungkan antara penyedia jasa dan pengunjung konser. Ia menawarkan jasa hairdo dan makeup mulai dari Rp 50 ribu, sementara layanan full makeup dibanderol sekitar Rp 200 ribu.
"Ya kita saling menguntungkan aja sih, saling membutuhkan. Aku juga butuh, terus mereka kan juga butuh tampil cantik," ujar Dian, kepada detikcom, Sabtu (20/6/2026).
Bagi pengunjung, khususnya COER (sebutan untuk penggemar CORTIS), kehadiran jasa seperti ini juga dianggap praktis, terutama bagi mereka yang datang dalam kondisi terburu-buru. Salah satu pengunjung asal Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar) Widya, misalnya.
"Worth it sih, karena murah juga dan memudahkan," kata Widya.
Open Trip Permudah Mobilitas Penonton
Peluang bisnis lain datang dari layanan open trip menuju lokasi konser. Tak sedikit penggemar yang memilih menggunakan layanan ini agar tidak perlu repot memikirkan transportasi, terutama saat pulang larut malam setelah konser berakhir.
Admin penyedia jasa open trip dari Bandung (tripkonserbandung) Dinda (31) mengatakan pihaknya mengoperasikan lima unit kendaraan untuk melayani penonton festival, terdiri dari empat bus besar dan satu unit elf khusus untuk Allo Bank Festival 2026.
Setiap bus besar dapat mengangkut sekitar 50 orang dan dilengkapi berbagai fasilitas tambahan, mulai dari snack, minuman, door prize, hingga tour leader yang mendampingi peserta selama perjalanan.
"Jadi kita pergi bareng, pulang bareng. Penonton nggak perlu pusing lagi mikirin nanti pulangnya pakai apa," ujar Dinda.
Menurut Dinda, layanan open trip tidak hanya tersedia untuk konser K-pop, tetapi juga berbagai konser musik lintas genre, mulai dari band rock hingga konser musisi internasional. Beberapa trip konser yang pernah dijalani di antaranya Sheila On 7, One Ok Rock, hingga F4.
Jasa Titip Barang Jadi Solusi Praktis
Foto: Hana Nushratu/detikcom |
Di area festival, layanan penitipan barang juga menjadi salah satu bisnis yang cukup diminati. Sebab, banyak penonton datang dari luar kota dan membawa barang bawaan yang tidak praktis jika dibawa masuk ke area konser.
Pendiri jasa titip barang ngedrop.id Tama (23), mengaku baru dua kali membuka layanan di event konser. Meski masih tergolong baru, antusiasme pelanggan cukup tinggi. Tarif yang ditawarkan berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per barang.
"Awalnya nggak berekspektasi bakal ramai. Ternyata banyak yang nitip, terutama yang datang dari luar kota," kata Tama.
Meski mengaku belum mengambil keuntungan besar, Tama menilai event seperti Allo Bank Festival 2026 tetap menjadi peluang bisnis yang menarik. Keuntungan yang diperoleh sebagian besar kembali diputar untuk mengembangkan layanan di event berikutnya.
"Yang penting laris dulu. Nanti hasilnya dipakai lagi buat perbaikan dan nambah layanan," ujarnya.
Bagi pengunjung, jasa penitipan barang dinilai sangat membantu. Nindy (26), salah satu penonton asal Bogor, memilih menitipkan tas berisi perlengkapan menginap karena berencana bermalam di kos temannya setelah konser.
"Nguntungin banget sih. Jadi lebih praktis dan nggak ribet bawa barang ke mana-mana," katanya.
Foto Polaroid Jadi Kenang-kenangan yang Dicari
Tak hanya layanan penunjang kebutuhan praktis, bisnis yang menjual pengalaman dan kenangan juga tak kalah diminati. Salah satunya adalah jasa foto polaroid di area festival.
Dengan harga berkisar mulai Rp 25-27 ribu, pengunjung bisa membawa pulang foto cetak lengkap dengan frame eksklusif dan freebies berupa stiker.
Penyedia jasa foto polaroid Dhea (28), mengatakan bisnis tersebut awalnya hanya dijalankan sebagai pekerjaan sampingan. Sebelumnya, ia lebih banyak menerima jasa fotografi wisuda. Menurutnya, banyak pengunjung membeli foto polaroid sebagai kenang-kenangan, termasuk mereka yang tidak berkesempatan untuk masuk ke dalam venue acara.
"Biasanya buat kenang-kenangan. Jadi mereka punya memori kalau pernah datang ke event ini," ujar Dhea.
Bagi penggemar K-pop, foto polaroid memang memiliki nilai sentimental tersendiri karena memberikan hasil dalam bentuk fisik yang bisa disimpan atau dipajang. Hal ini turut dirasakan oleh pengunjung asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Mona (23).
"Kalau foto sendiri kan cuma ada soft file. Kalau polaroid ini langsung jadi hard file, jadi bisa dipajang," kata Mona.
Fenomena tersebut menunjukkan festival K-pop tidak hanya menggerakkan industri hiburan, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru bagi pelaku usaha, baik yang menjalankan bisnis secara profesional maupun sebagai side hustle.
Kebutuhan penggemar akan kenyamanan, penampilan, dan pengalaman yang berkesan menjadi peluang yang terus tumbuh seiring meningkatnya antusiasme terhadap event musik di Indonesia.
Sebagai informasi, Allo Bank Festival 2026 didukung oleh berbagai brand ternama, termasuk Le Minerale yang hadir sebagai Official Mineral Water Brand, serta Torriden, yang turut memeriahkan rangkaian kegiatan festival. (akd/ega)


