Perunggu Bicara Soal LinkedIn Viral dan Keputusan Fokus Main Musik Aja

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Perunggu merilis single baru Tapi pada 29 November 2024 tentang kekuatan doa ibu dalam menghadapi tantangan hidup di kota besar.
Foto: Dokumentasi
Jakarta - Kalau ngomongin band yang paling relate sama kehidupan budak korporat zaman sekarang, nama Perunggu pasti langsung muncul di kepala. Grup musik yang dijuluki Band Pulang Kantor ini gak cuma sukses bikin tersentuh lewat lagu-lagunya, tapi juga dari perjalanan kariernya di dunia korporat cuy.

Jadi, baru-baru ini mereka bikin geger di media sosial gara-gara profil LinkedIn para personel yang tersebar. Banyak netizen yang 'silau' melihat rekam jejak karier mentereng para personel Perunggu di dunia profesional.

Ditemui di kawasan Jakarta Selatan baru-baru ini, Perunggu blak-blakan soal viralnya CV mereka hingga alasan berani resign demi musik. Hm, penasaran gak sih sama alasan mereka?

Bukannya senang karena dipuji punya karier keren, Maul sebagai vokalis dan Ildo, drummer Perunggu, justru bingung kenapa latar belakang pekerjaan mereka sampai sedalam itu dikulik netizen.

"Agak bingung kenapa yang begitu viral? Biasanya kan lagu atau penampilan yang dibicarakan, jadi kayak ini baru pertama kali kami mengalami kondisi 'oh ini yang lagi diomongin latar belakang kami'. Jadi kayak, 'hah kok gini?'" ujar Maul sambil tertawa.

Ildo menimpali dengan rendah hati, menurutnya banyak orang di luar sana yang punya profil LinkedIn lebih 'ngeri'.

"LinkedIn orang banyak yang jauh lebih bagus, lebih keren, lebih mentereng," tutur Ildo.

Maul juga menjelaskan posisi mentereng yang mereka raih adalah hasil kerja keras belasan tahun, bukan instan.

Ya, musik Perunggu memang punya tempat spesial di hati pendengar, terutama lagu-lagu di album Memorandum yang sering banget sliweran di TikTok. Ternyata, lagu-lagu hits mereka itu lahir dari rasa penat selama bekerja di kantor.

Maul bercerita bahwa EP dan dua album pertama mereka justru diciptakan saat mereka masih berstatus karyawan aktif. Musik adalah pelarian paling manis dari tumpukan deadline.

"Ketika pas ngantor, pelariannya jadinya main musik dan bikin lagu buat senang-senangnya gitu. Nah, ini setelah kami resign kami belum pernah bikin lagu lagi, belum tahu nih entar bakal jadi kayak gimana karyanya," kata Maul.

Setelah bertahun-tahun menjalani double life sebagai karyawan dan musisi, akhirnya pada 2025 mereka memutuskan untuk fokus di musik. Tapi jangan salah, keputusan ini diambil lewat pertimbangan matang selama 6 tahun cuy.

"Intinya memang itu tuh ibaratnya kayak bisul lah untuk kami bertiga. Kami sampai di titik di mana 'oh kok kayaknya sudah gak bisa nge-balance dua-duanya'. Yang utamanya sebenarnya waktu sama keluarga yang sangat kurang," jelas Maul.

Ildo menambahkan bahwa mereka punya prinsip hierarki prioritas yang tegas. Awalnya, keluarga adalah nomor satu, kantor nomor dua, dan band nomor tiga. Namun, lama-lama jadwal band mulai memakan waktu keluarga.

"Mau milih yang mana nih keluarga atau pekerjaan kantor? Pekerjaan kantor yang kami lepas dong, keluarga kan tetap nomor satu. Kami nge-band 2019, baru berani resign 2025, jadi 6 tahun tuh mikirnya," tegas Ildo.

Meski sekarang sudah full-time jadi musisi, Perunggu gak mau menutup diri. Mereka tetap santai jika suatu saat takdir membawa mereka kembali ke meja kantor.

"Kami mah go with the flow apapun jalannya yang ada selama itu halal ya kami pursue. Tidak menutup kemungkinan mungkin balik lagi nanti, gak ada yang tahu," tegas Maul.

Wah, emang bener-bener definisi musisi yang tetap membumi ya! Gimana, kamu termasuk netizen yang iri lihat LinkedIn mas-mas Perunggu juga gak nih?


(pig/aay)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO