Persiapan Intens Joe Taslim Jadi Jurnalis Penuh Dendam di The Furious
Karakternya harus berhadapan dengan konflik emosional mendalam setelah kehilangan istri. Peran ini menuntut Joe Taslim untuk menyeimbangkan sisi humanis seorang suami yang berduka dengan aksi laga brutal demi membalaskan dendam.
Untuk mendalami karakter yang kompleks ini, Joe Taslim tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga riset mendalam mengenai profesi jurnalis investigasi. Ia melihat adanya kemiripan antara kerja jurnalis di lapangan dengan seorang detektif, terutama dalam hal risiko keselamatan nyawa saat mengungkap sebuah kasus besar.
"Kalau secara aku untuk mendalami karakternya secara profesional, memang sebelum masuk ke karakter, sebelum pergi ke Bangkok sih emang aku lebih banyak fokus ke jurnalis investigatif ya, yang meneliti tentang human trafficking," kata Joe Taslim saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
Aktor berusia 44 tahun itu menjelaskan proses risetnya melibatkan banyak referensi dari dunia nyata. Ia menonton berbagai tayangan dokumenter yang menggambarkan betapa berbahayanya kehidupan seorang jurnalis yang berusaha membongkar sindikat perdagangan manusia di kawasan Asia.
"Banyak nonton dokumenter sih. Jadi dokumenter, terus banyak-banyak malah ada di ABC ya, TV-nya Australia, meneliti tentang child trafficking di Asia Tenggara juga banyak banget," jelasnya.
Dalam film The Furious, penonton tidak hanya akan disuguhi koreografi bela diri yang memukau, tetapi juga melihat bagaimana karakter yang diperankan Joe Taslim terjun ke dunia bawah tanah untuk mencari informasi.
Menurutnya, jurnalis investigatif dalam skenario ini memiliki nyali yang luar biasa besar karena harus melakukan penyamaran di tengah ancaman maut.
The Furious (2026). Foto: Dok. Ist |
"Jadi jurnalis investigatif tuh udah bener-bener kayak detektif yang harus cari informasi, harus undercover, membuat atau menempatkan dirinya sebagai orang yang dia bisa aja mati ngelakuin itu karena risikonya terlalu tinggi," terang Joe Taslim.
Transisi dari riset profesi ke dalam eksekusi adegan di depan kamera diakui Joe Taslim sebagai proses yang sangat intens. Ia harus memastikan setiap emosi duka dan amarah yang ia rasakan bisa tersampaikan dengan baik melalui naskah yang sudah dipersiapkan secara matang oleh tim produksi.
"Jadi setelah mengetahui itu, baru masuk karakter, baru kita mendalami skrip yang ada. Jadi skrip yang ada itu apa? Perkembangannya seperti apa dari awal sampai akhir. Itu sih bener-bener persiapan dari awal sampai akhir itu sangat intens," pungkasnya.
Film The Furious yang mengambil lokasi syuting di Bangkok ini juga mempertemukan Joe Taslim dengan bintang laga legendaris Xie Miao. Kolaborasi keduanya diharapkan mampu menghadirkan standar baru dalam genre film action di Asia. Dengan persiapan yang begitu matang, Joe optimis elemen emosional dan aksi dalam film ini akan menjadi satu kesatuan yang kuat.
(ahs/aay)

