James Cameron Bongkar Sisi Gelap Hollywood Era 80-an
Ada banyak hal baru yang dialami oleh Cameron saat terlibat di film Roger Corman, Battle Beyond the Star (1980), termasuk jabatan itu. Dalam film kelas B tersebut ia dipromosikan menjadi desainer produksi setelah pendahulunya dipecat karena bekerja terlalu lambat.
Ia dipromosikan hanya berselang dua minggu sebelum syuting mulai. Ternyata promosi tersebut datang dengan 'tugas tambahan' yang tak terduga.
"Semua set belum jadi dan aku pun kayak,'Yaudahlah, ini kayak gue lompat ke api kali ya. Yuk, kita kerjain aja', dan mereka (bahkan) meminta gue kerja di jam 4 pagi," kenangnya.
Cameron bercerita pada hari pertamanya menjabat, manajer produksi memberinya daftar kru, uang kas, dan dua jenis zat terlarang: kokain serta amfetamin.
"Dia meletakkan semua barang itu di atas meja," ungkap Cameron.
"Gue bingung dan bertanya, 'Tunggu dulu, apa yang harus gue lakukan dengan barang-barang ini?'"
Battle Beyond the Star (1980) Foto: Dok. Ist |
Sang manajer produksi menjawab dengan santai, narkoba tersebut bukan untuk dikonsumsi pribadi oleh Cameron, melainkan untuk dibagikan kepada para kru agar mereka bisa terus terjaga dan bekerja sepanjang malam.
Menurut Cameron, hal tersebut adalah pemandangan yang lumrah di dunia film berbiaya sangat rendah pada masa itu. Prinsipnya saat itu seolah-olah adalah 'bekerja demi kokain' agar jadwal syuting yang gila-gilaan bisa terpenuhi.
Meski terjepit situasi, Cameron yang mengaku hanya butuh kopi untuk tetap segar, menolak untuk terlibat langsung dalam pembagian barang haram tersebut. Ia akhirnya menyerahkan tugas itu kepada asisten direktur seninya.
"Gue bilang ke asisten gue, 'Lo saja yang urus ini'. Dan ternyata dia tahu cara membaginya secara adil kepada kru," ujar Cameron sambil tertawa.
Uniknya, Cameron menambahkan di lingkungan kerja saat itu, reputasi seorang desainer produksi atau direktur seni justru dinilai dari seberapa adil mereka membagikan narkoba kepada anak buahnya.
Sebuah pengalaman gila yang kini hanya menjadi kenangan unik dalam perjalanan karier sang sutradara legendaris.
(ass/pus)












































