Musikal Senja Teduh Pelita Digelar 3-12 Juli, Adaptasi Lagu Maliq & D'Essentials
Sutradara dan produser Jakarta Movin, Nuya Susantono, mengatakan proses yang sudah dimulai sejak dua tahun terakhir dianggapnya seperti semesta mendukung.
"Visi kami memang ingin membuat musikal buat dinikmati khalayak ramai, mau lebih banyak orang yang mengenal musikal. Arah musikal kami cenderung ke pop, musik jadi bagian pop culture Indonesia strateginya adalah kerja sama lintas media setelah sebelumnya dengan film Petualangan Sherina, tahun ini dengan musik," ungkap Nuya saat jumpa pers di Galeri Indonesia Kaya, Rabu (3/6).
Sejak remaja, Nuya yang sudah mengenal musik-musik Maliq & D'Essentials ngaku jatuh cinta dengan karya-karya Angga Cs. Menurutnya, musik Maliq & D'Essentials didengar dari generasi boomers, millenial, hingga Gen Z.
Jumpa pers Musikal Senja Teduh Pelita di Galeri Indonesia Kaya pada Rabu (3/6/2026). Foto: Dok.Indonesia Kaya/ Image Dynamics |
"Maliq itu identik dengan romansa ya, kalau dikulik lagi banyak interpretasi yang luas. Sebenarnya gak terbatas romansa cinta-cintaan saja, diperluas cinta untuk keluarga, teman-teman, perasaan jatuh cinta, maupun kepada kehidupan kita," terangnya.
Angga Puradiredja, lead vokal Maliq & D'Essentials pun menambahkan, gak nyangka saat tahu dan mendengar lagu-lagunya bisa diadaptasi jadi cerita musikal. Ia kembali mengenang usai meluncurkan album ke-7 dan buat lagu Senja Teduh Pelita.
"Ini kan lagu tentang kehidupan ya, gue kan ngerti tentang cinta doang ya, gue minta dong interpretasikan Maliq yang biasa kita bawain, terciptalah Senja Teduh Pelita. Tiba-tiba 10 tahun kemudian, inspirasi musikal ini dari lagu-lagu yang gue gak ngerti," kata Angga tertawa.
Masih sembari berkelakar, Angga gak bayangkan lagu-lagunya ada di titik sekarang dan terus menginspirasi lintas medium. Di samping Angga, Indah pun nimpali selama 24 tahun berkarya, karya mereka kini lebih panjang umurnya.
Jumpa pers Musikal Senja Teduh Pelita di Galeri Indonesia Kaya pada Rabu (3/6/2026). Foto: Dok.Indonesia Kaya/ Image Dynamics |
"Lebih suistanable lagi, buat kita kolaborasi dengan Jakarta Movin ini jadi satu kesempatan baru punya media baru yang menginspirasi. Buat aku, jadi suatu excitement baru. Aku pengin lagu-lagunya bisa mengisi kehidupan teman-teman lebih lama lagi," sambungnya.
Sejumlah 20 lagu MALIQ & D'Essentials dipilih untuk dirangkai dan diadaptasi ke pertunjukan ini, seperti Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, hingga lagu dari album baru Begini Begitu.
Berlatar science fiction futuristik saat sistem pemerintahan runtuh, sekelompok anak-anak masih hidup dan jadi pembuka harapan. Di tengah situasi tersebut, seorang anak bernama Arah (Alf Elijah Sigarlaki dan β β Daria Lakshmi Algamar) membentuk Pasukan Pelita, kelompok yang terdiri dari sembilan anak dengan kemampuan berbeda. Bersama Kala (Xandrea Abigail Tabythaputri dan Clioichi Junio Eigo) sang ahli sejarah dunia, Volta (Sahlendra Syarief) yang menguasai listrik dan mekanika, Lanit (Mavisha Reakana) sang pembaca bintang, Hara (Emily Olivia) ahli tumbuhan, Palu (Nayaka Maleakhi) yang mahir membangun, Raga (Nadindra Gynta) si pemanjat andal, Binbin (J. Rizhan) yang memahami hewan, dan Lagu (Annabella Farizky) yang peka terhadap musik dan suara, Arah memimpin sebuah perjalanan untuk mencari harapan baru bagi masa depan.
(tia/wes)













































