Dampingi Suami di Film Dosa, Putri Masyita Turun Langsung Jadi Co Produser
Meski bukan pengalaman pertamanya di balik layar, Putri mengaku ingin memberikan kontribusi terbaik untuk proyek yang begitu berarti bagi keluarga mereka.
"Sebenarnya ini bukan project pertama saya sebagai Co Produser, sebelumnya saya sudang mengerjakan judul series. Dunia syuting sangat familiar bagi saya karena banyak membintangi model iklan. Karena ini film layer lebar pertama suami, saya ingin ikut terlibat memberikan yang terbaik," ujar Putri.
Di sisi lain, Sondang mengungkap salah satu tantangan terbesar selama produksi adalah mencari lokasi hotel untuk kebutuhan cerita. Rencana awal menggunakan hotel asli akhirnya batal karena pihak pengelola keberatan bangunannya dipakai sebagai lokasi film horor.
"Awalnya kami sudah menemukan hotel yang cocok di Malang. Tapi pihak hotel keberatan karena takut citra bangunannya makin dianggap angker," ungkap Sondang.
Akibat kendala tersebut, tim produksi memutuskan membangun set hotel sendiri di dalam studio demi menyesuaikan kebutuhan produksi.
"Daripada biaya renovasi dan penggantian properti membengkak, akhirnya kami pilih membangun set sendiri. Bahkan sampai menyewa dua studio sekaligus," jelasnya.
Sondang juga mengaku banyak belajar selama proses produksi film pertamanya, mulai dari tahap persiapan, produksi, hingga promosi.
"Bekerja bersama istri membuat saya mudah mengkomunikasikan apa yang saya mau. Dan alhamdulillah Producer HAS Pictures, Reza Aditya dan Executive Producer Irish Bella selalu mendampingi dan memberikan bimbingan. Film ini merupakan tantangan dan kemajuan besar dalam perkembangan karir saya di dunia entertainment," lanjutnya.
Baca juga: Rekomendasi Film Bioskop di Long Weekend Ini |
Film Dosa Penebusan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 11 Juni 2026. Film ini dibintangi Muhammad Riza Irsyadillah, Jennifer Eve, Revaldo, Dominique Sanda, dan Dede Sunandar.
Produser Reza Aditya menyebut Dosa menjadi langkah awal HAS Pictures masuk ke industri film layar lebar setelah sebelumnya dikenal lewat dunia podcast dan konten digital.
"Kami berpikir untuk produksi pertama harus memilih genre yang market-nya jelas. Horor jadi pilihan karena potensinya besar dan kebetulan kami punya IP cerita ini," kata Reza.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
