Round Up

Blak-blakan Joe Taslim soal Mortal Kombat 3

Asep Syaifullah
|
detikPop
joe taslim
Joe Taslim saat ditemui di kawasan Jakarta. Foto: Pingkan Anggraini
Jakarta -

Kabar kali ini datang dari film Mortal Kombat 3. detikcom berkesempatan untuk berbincang dengan Joe Taslim beberapa waktu lalu mengenai hal tersebut. Draf pertama untuk naskah film Mortal Kombat 3 dikabarkan telah resmi rampung dikerjakan.

Mengingat luasnya semesta Mortal Kombat, kemungkinan untuk melanjutkan estafet cerita ini dinilai sangat besar. Masih ada segudang karakter ikonik dan plot luar biasa, dari versi game yang mengantre untuk diangkat ke layar lebar melalui adaptasi live-action.

Jika film ketiga nanti benar-benar diproduksi dan berjalan, jangan harap kamu akan melihat Joe Taslim muncul kembali dengan mengenakan kostum karakter baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemeran Bi-Han (Sub-Zero) di film pertama (2021) ini menegaskan sama sekali tidak memiliki rencana ataupun keinginan untuk mengambil peran lain di luar karakter yang sudah membesarkan namanya di kancah Hollywood tersebut.

Baginya, keputusan ini bukan sekadar masalah kontrak kerja, melainkan tentang dedikasi dan rasa cintanya yang mendalam terhadap karakter yang dimainkan.

Ia merasa karakter ninja es tersebut sudah terlalu melekat pada dirinya, baik secara personal maupun di mata publik.

"Karena aku cinta banget sama karakter ini, aku gak bisa melihat diri aku bermain karakter lain," ungkap Joe Taslim.

Joe Taslim juga sangat memahami psikologi para penggemar. Ia sadar komunitas pencinta Mortal Kombat telah memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap interpretasinya sebagai Bi-Han, sehingga mengganti perannya dengan karakter lain justru akan merusak kesan tersebut.

"Aku tahu banget fans juga tidak akan menerima seorang Joe Taslim, Bi-Han yang sudah begitu lengketnya, mainin karakter lain. And I don't want to disappoint the fans," lanjutnya secara terbuka.

Menariknya, alasan utama di balik keteguhan sikap Joe Taslim ini lahir dari sudut pandangnya sendiri sebagai seorang geek atau pencinta kultur populer sejak kecil.

Jumpa Pers Mortal Kombat IIJumpa Pers Mortal Kombat II Foto: Dok.Istimewa

Ia mengaku bisa merasakan apa yang dirasakan penggemar karena, berada di posisi yang sama ketika melihat karya yang dicintai diadaptasi ke media lain.

"Aku rasa fans adalah satu-satunya alasan kenapa aku ngelakuin ini. Karena, aku juga fans dari kecil. And I know the feeling when you love something, ya, game atau pop culture apapun," tuturnya.

Joe menambahkan, ada tanggung jawab moral yang besar ketika seorang sineas memindahkan sebuah kekayaan intelektual (IP) dari ranah game ke film live-action.

Penyimpangan yang terlalu jauh dari materi asli sering kali memicu amarah komunitas, sesuatu yang sangat ia pahami dan ingin dihindari.

"Kalau misalkan dikhianati, fans bisa marah, karena aku juga begitu. Kalau ada sesuatu dari pop culture yang tiba-tiba dibikin live-action dan aku enggak suka, aku bakal marah banget kalau mereka enggak sesuai dengan lore-nya," kata Joe blak-blakan.

Bagi Joe, inovasi dalam sebuah adaptasi film memang diperlukan agar tontonan menjadi lebih sinematik dan menarik secara visual.

Meski begitu, ia menggarisbawahi kreativitas sutradara maupun produser tetap harus memiliki batas, yaitu tidak boleh merusak pondasi cerita asli yang sudah dibangun oleh sang kreator game.

"Aku merasa emang harus jujur terhadap lore-nya, terhadap cerita aslinya dari kreator. Kita sebagai aktor, produser, dan filmmaker berusaha untuk membuatnya lebih menarik, tapi tidak mengkhianati," tegasnya.

Meski kelanjutan nasib karakter Bi-Han/Noob Saibot pasca-kekalahan masih menyimpan banyak teori, satu hal yang pasti: Joe Taslim memilih setia pada jalurnya dan menolak mengkhianati ekspektasi para fans.




(wes/mau)

TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO

Hide Ads