Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadir Lagi, Libatkan 1.700 Pelaku Seni
Sukses digelar sejak 2022, sampai sekarang sudah digelar sebanyak 6 kali. Tahun lalu, yang mengusung Hikayat Nusantara sukses melibatkan 1.500 pelaku seni di atas panggung dengan total 28.000 penonton.
Eksekutif Produser Pagelaran Sabang Merauke, Silvi Liswanda, cerita bukan hanya angka 1.700 pelaku seni yang terlibat tahun ini.
"700 seniman ada di atas panggung, penari kita dari Sabang-Merauke ada 387 penari, termasuk yang lakukan audisi kemarin ada 27 penari akan menari bersama. Lebih dari 1.500 kostum, satu penari bisa lebih dari 4-6 koreografer, dari sanggar seluruh Indonesia," ucapnya saat jumpa pers di Grand Indonesia East Mall, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).
Gak cuma itu, yang lebih spektakuler lagi Pagelaran Sabang Merauke juga melibatkan Pesona Gendang Legi dari Malang, Jember Fashion Carnaval, 119 paduan suara gabungan dari Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children's Choir, dan Armonia Choir. Ada juga 60 anggota Jakarta Concert Orchestra dengan 1 konduktor Avip Priatna, dan juga Barongsai Kong Ha Hong yang bakal menambah semarak.
Jumpa pers Pagelaran Sabang Merauke 2026 Foto: Dok.Tia Agnes/ detikcom |
"Ada Padi Reborn, Srikandi kita tahun ini ada Raisa, dan Yura Yunita Mahadewi dari tahun lalu yang sudah memukau," terangnya.
Sutradara Rusmedie Agus mengatakan, tema Hikayat Srikandi Nusantara sebenarnya sudah digodok sejak tahun lalu. Selama 6 kali pertunjukan, ada satu energi luar biasa yang mempengaruhi kita dan disepakatilah Hikayat Srikandi Nusantara.
"Tema ini didedikasikan untuk para ibu-ibu, anak-anak kita yang meneruskan bangsa ini. Harapannya tentu agar semua elemen mendukung tema ini," ujarnya.
Nah, tahun ini ceritanya tentang tokoh Srikandi didampingi oleh Limbuk menjadi pusat perjalanan cerita bersama Petruk, Bagong, Zie dan Vanilla dalam menjelajahi berbagai hikayat perempuan Nusantara.
Perjalanan ini mempertemukan mereka dengan tokoh-tokoh seperti Mande Rubayah (ibunda Malin Kundang), Dayang Sumbi, Mahadewi, hingga Calonarang. Dalam pertunjukan, akan menghadirkan konflik simbolik melalui kehadiran Yuyu Kangkang sebagai representasi ancaman terhadap kebudayaan Nusantara.
(tia/wes)












































