Museum Passport Diluncurkan, Jadi Cara Baru Menikmati Museum bagi Gen Z
Museum Passport jadi cara baru buat menikmati museum yang gak biasa bagi Gen Z. Mulai 16 Juli 2026, publik bisa menyicipi Museum Passport sebagai aktivasi untuk meminta stempel di berbagai museum di bawah naungan MCB.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengatakan peluncuran Museum Passport sebagai satu inisiatif buat menggerakkan generasi muda, untuk bisa datang ke berbagai museum di bawah MCB.
"Saya apresiasi BLU, ikon Indonesia untuk turut mewujudkan inisiatif ini. Di berbagai negara telah ada sebagai partisipasi budaya seperti Jerman dengan Kultur pass pada museum, buku, konser, teater, dan kegiatan budaya lainnya," ungkapnya saat peluncuran di Museum Nasional Indonesia, Senin (18/5/2026).
Singapura juga baru saja meluncurkan SGCulture tahun lalu. Di Belanda juga ada Museum Card, yang dinilai berhasil membuat publik mengunjungi museum secara berulang.
"Bagi Indonesia, ini adalah langkah awal, semuanya serba digital dan hampir gak ada jejak. Dengan pelajaran tentang material budaya, Gen Z perlu kita kenalkan material budaya seperti Museum Passport ini, sebagai koleksi. Saya kira di masa lalu, jadi bagian upaya determinasi orang datang ke museum sebagai langkah inovatif," terangnya.
Rencananya, Museum Passport bakal ada di 18 museum dan galeri, serta 34 cagar budaya yang dikelola oleh MCB sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Kebudayaan RI.
Kepala MCB, Indira Estiyanti Nurjadin, mengatakan Museum Passport jadi buku jejak partisipatif yang mengajak pengunjung buat jelajahi museum-museum di Indonesia dengan cara stempel.
"Sebenarnya ini sebagai bagian dari semangat warisan budaya kita. Pelestarian budaya bukan cuma tugas pemerintah atau pengelola semata, tapi juga melibatkan akademisi dan masyarakat luas, ketika publik turut dilibatkan, di sanalah rasa memiliki tumbuh dengan sendirinya," katanya saat peluncuran.
Menurut Esti, Museum Passport ini bakal membuat pengunjung kembali ke masa lampau agar bisa dipakai sebagai koleksi dan kenang-kenangan. Dari ide itu, pihak MCB ingin menerbitkannya dan memakainya di museum-museum lainnya.
"Hari ini yang kita launching masih bentuknya dummy, jadi beberapa museum di seluruh Nusantara sudah kita masukkan ya," katanya.
Ia juga melanjutkan langkah ini diyakini bakal jadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. "Nanti kita akan ada di IHA shop atau di museum shopnya yang di museum-museum di bawah pengelolaan NCB. Sementara itu dulu, tapi mungkin ada juga tadi wacana untuk kita bisa jual juga di toko buku," pungkasnya.
Sementara, peringatan Hari Museum Internasional 2026 mengusung tema Museum Menyatukan Dunia yang Terbelah. Kementerian Kebudayaan, mendukung ekosistem permuseuman di Indonesia dengan adanya 516 museum sudah teregistrasi, terverifikasi, dan tersandarisasi.
(tia/wes)











































