Romansa Beda Usia Antara Maxime Bouttier dan Raihaanun di Series Tante Sonya
Dimulainya produksi ini ditandai dengan prosesi tumpengan yang dihadiri oleh jajaran eksekutif, sutradara, serta para pemeran utama di Jakarta. Acara ini menjadi simbol dimulainya perjalanan kreatif untuk menghidupkan kembali salah satu kisah romansa paling ikonik di Indonesia.
Nah soal Tante Sonya ini adalah project series yang digarap secara modern dari film legendaris era 90-an, Catatan Harian Tante Sonya.
Serial drama romantis sebanyak 10 episode ini diposisikan sebagai salah satu flagship content WeTV Indonesia tahun ini, yang mempertemukan standar kualitas konten premium dengan rekam jejak produksi RAPI Films yang kuat.
"WeTV sudah memproduksi lebih dari 50 original series. Berdasarkan data tersebut, kami melihat genre age gap adalah salah satu yang memiliki performance menonjol," jelas Febriamy Hutapea, Executive Producer & Country Head WeTV Indonesia.
Gak cuma itu, ia juga menjelaskan tentang tema age gap menampilkan karakter laki-laki yang berusia lebih tua, maka dalam WeTV Original Tante Sonya justru sebaliknya.
"Perempuan yang mulai berumur sering kali merasa insecure, ragu, dan tidak pantas jatuh cinta lagi karena usianya serta trauma cinta di masa lalu. Cerita ini mengingatkan kita bahwa perempuan boleh jatuh cinta lagi, bahagia lagi, bahkan diperjuangkan oleh laki-laki yang lebih muda," sambung Febriamy.
Melanjutkan ucapan Febriamy, Sunil Samtani selaku Produser RAPI Films, menyatakan kolaborasi pertama ini sebenarnya bukan sebuah remake, melainkan pembuatan ulang cerita Tante Sonya agar menjadi lebih relate dengan situasi sekarang. Nah, bisa jadi kamu yang gen z related nih.
"Tante Sonya tentu memiliki pendekatan yang berbeda dibanding versi filmnya. Banyak karakter baru yang ditampilkan dalam serial kali ini. Setiap tokoh memiliki versinya tersendiri yang akan membuat penonton nantinya semakin penasaran," jelas sang sutradara, Surya Ardy Octaviand.
So, Tante Sonya inipunya cerita yang berfokus pada Sonya (Raihaanun), seorang wanita karier sukses berusia 42 tahun, yang dipertemukan kembali oleh takdir dengan Ben (Maxime Bouttier). Ben adalah pemuda berusia 28 tahun yang pernah hadir di masa lalunya.
"Sejak mendapat penawaran serial ini, saya sudah penasaran dengan ceritanya. Saya mendalami dialognya dan mencoba memahami karakter Sonya yang, seperti kebanyakan perempuan lainnya, memiliki banyak rasa insecure. Dialog-dialog itulah yang membuat saya semakin ingin memerankan karakter tersebut," ungkap Raihaanun.
Sementara itu, Maxime Bouttier yang memerankan karakter Ben mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat dalam proyek adaptasi IP besar ini.
Baca juga: Daftar Lengkap Peraih Piala Citra FFI 2025 |
"Menurut saya serial kali ini berbeda. Ini merupakan sudut pandang dengan perspektif Ben saat melihat Sonya. Biasanya sudut pandang diambil dari sosok perempuan ke laki-laki yang lebih tua. Perspektif baru itulah yang membuat saya tertarik dengan serial ini," ujar Maxime.
So, buat kamu yang sudah gak sabar, tenang aja, proses penggarapan Tante Sonya sekarang sudah memasuki tahap produksi intensif. Dengan sentuhan yang lebih dewasa dan relevan, serial ini tidak hanya akan membawa penonton bernostalgia dengan IP legendarisnya, tetapi juga mengajak audiens menyelami kompleksitas romansa yang berani menantang norma sosial dan stigma.
Akankah Sonya dan Ben mampu mempertahankan cinta mereka di tengah gempuran skandal dan ambisi orang-orang di sekitar yang mengancam segalanya? Nantikan aja ya!
(pig/ass)











































