Novelis Korsel Han Kang Raih Penghargaan Bergengsi AS
Karya terbaru Han Kang berjudul We Do Not Part yang diterjemahkan oleh e.yaewon dan Paige Aniyah Morris, kisahnya membahas pemberontakan tahun 1948-1949 di Jeju. Sebuah pulau di selatan daratan Korea, di mana ribuan orang tewas.
Komite Fiksi penghargaan, Heather Scott Partington, menggambarkan novelnya sebagai karya melankolis.
"Novel Han Kang jadi karya melankolis yang membutakan, cuaca suram, dan sintaksis yang bergumam. Novel itu bertahan seperti mimpi yang atmosferik dan memikat," terangnya dilansir dari AP, Jumat (27/3/2026).
Kemenangan ini semakin memperkuat posisi Han Kang sebagai salah satu penulis paling berpengaruh saat ini, terutama setelah sebelumnya ia juga meraih Nobel Prize in Literature.
Gak cuma Han Kang, penghargaan lifetime achievement juga diberikan kepada penulis dan jurnalis Frances FitzGerald, yang bukunya terbit tahun 1972, Fire in the Lake. Karyanya jadi pandangan awal dan visioner tentang Perang Vietnam.
Selain Han Kang, sejumlah penulis lain juga memenangkan penghargaan di berbagai kategori. Di antaranya ada Karen Hao untuk buku nonfiksi tentang perkembangan kecerdasan buatan, novelis India Arundhati Roy untuk kategori autobiografi, dan Kevin Young untuk kategori puisi.
(tia/pus)











































