Cerita Victoria Kosasie Buat Performans dari Arsip Keluarga

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Seniman dan Finalis Putri Indonesia Bali 2026, Victoria Kosasie
Foto: Dok.Istimewa
Jakarta - Sepulang dari London, Victoria Kosasie jadi seniman muda yang meluncurkan platform kemBALIkeSENI. Ruang bagi seniman untuk bereksplorasi di Pulau Dewata dibuat agar menjadi keberlanjutan. Inisiatif ini bermula dari pengalaman personal dan arsip keluarga yang pernah dirisetnya.

Perempuan berusia 26 tahun itu punya latar belakang seni. Ia menyelesaikan pendidikan Bachelor of Arts (Honours) in Fine Art di Central Saint Martins, University of the Arts London, dengan predikat First Class Honours.

Ia melanjutkan studi hingga meraih gelar Master of Arts in Contemporary Art Practice di Royal College of Art, London, dengan dukungan Deputy Vice-Chancellor's International Scholarship, di salah satu institusi seni paling bergengsi di dunia.

Ibunya juga seorang penari tango dan aktif berkarya di skena seni Tanah Air. Pada 2022 lalu, saat menyelesaikan tugas akhir kuliahnya ia mengirimkan karyanya ke kompetisi seni Bandung Contemporary Art Awards (BACAA) dan gak disangka performans yang dibuatnya menang.

Kepada redaksi detikcom, Victoria cerita kalau karyanya terinspirasi dari arsip keluarga. Saat pandemi, ia bersama keluarganya pulang ke Jawa Timur dan kembali buka arsip keluarga. Di sana, ia menemukan memoar yang ditulis oleh neneknya, namun catatan itu gak pernah dibahas di keluarga.

"Catatan yang membahas kehidupan Mbah Uti as woman, going through so struggle, dan gimana bertahan di penjajahan Jepang. Gimana ia hidup sebagai seorang perempuan di masanya. Saya ingin membuat performans soal momen itu. Kisah yang awalnya diumpetin, lalu dipublikasikan," terangnya.

Performans itu pun ditarikannya saat ajang BACAA dan dapat sambutan yang meriah. Ia gak sangka karyanya bisa diterima dengan baik, di tengah perjuangan kuliah seni di London. Perempuan yang juga bergabung dalam kolektif bernama Unamed Collective antar seniman Asia Tenggara, aktif buat pameran seni dan diskusi di negeri Kate Middleton tersebut.

Pada perayaan ulang tahun CAN's Gallery di Bentara Budaya Jakarta beberapa waktu lalu, Victoria juga sempat menarikan tari bedhaya bersama 6 penari lainnya.

Dalam berkarya, apa sih yang ingin disampaikan oleh Victoria? Finalis Putri Indonesia 2026 perwakilan Bali itu mantap bilang karya-karyanya selalu mengangkat keberagaman di Indonesia dan ranah feminisme.

"Advokasi yang saya buat baru permulaan saja. Saya ingin share knowledge, dan di Bali saya telah hubungi guru seni saya dan kontak sekolah-sekolah yang punya pemegang sistem edukasi, yuk apa sih yang bisa dilakukan lewat platform kemBALIkeSENI," pungkasnya.


(tia/tia)

TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO