Terbongkarnya Masa Kelam Bollywood dan Ancaman Mafia ke Shah Rukh Khan

Asep Syaifullah
|
detikPop
Cuplikan adegan Shah Rukh Khan dan Aishwarya Rai di Josh.
Foto: Dok. Ist
Jakarta - Sutradara dan koreografer ternama, Farah Khan, baru-baru ini membuka tabir gelap industri film Bollywood pada era 1990-an.

Dalam sebuah wawancara (via Hindustan Times pada 16 Maret) ia mengenang betapa mencekamnya situasi saat itu, di mana para bintang besar hingga sutradara berada di bawah bayang-bayang ancaman kelompok kriminal terorganisir atau mafia.

Farah mengungkapkan bahwa tiga aktor terbesar India-Shah Rukh Khan, Salman Khan, dan Aamir Khan-tidak luput dari tekanan tersebut.

Pada masa itu, pengaruh dunia kriminal sangat kuat dalam menentukan siapa yang harus bermain di film tertentu hingga masalah pendanaan.

Menurut Farah, para aktor ini sering kali harus berurusan dengan panggilan telepon misterius yang berisi instruksi atau ancaman.

Situasi ini membuat suasana kerja di lokasi syuting menjadi sangat tegang, meskipun di depan layar mereka harus tetap terlihat profesional dan menghibur jutaan penggemar.

Salah satu momen paling menegangkan yang diingat Farah adalah saat penayangan film legendaris Kuch Kuch Hota Hai (1998). Ia menceritakan bagaimana sutradara Karan Johar harus menghadapi ancaman pembunuhan nyata dari pihak underworld.

Farah mengenang sebuah kejadian di mana Karan Johar harus dilarikan ke tempat aman dan dijaga ketat oleh polisi.

"Karan bahkan harus bersembunyi di dalam ruangan kecil saat pemutaran perdana filmnya sendiri karena adanya ancaman bahwa ia akan ditembak jika muncul di depan publik," ungkap Farah.

Karena tingginya risiko keamanan, Farah menyebut bahwa kehadiran polisi bersenjata di lokasi syuting menjadi pemandangan yang biasa pada tahun 90-an. Para produser dan aktor harus mengeluarkan biaya ekstra untuk perlindungan pribadi.

"Itu adalah waktu yang sangat menakutkan bagi industri kami. Kami tidak pernah tahu kapan panggilan telepon itu akan datang atau siapa yang akan menjadi target berikutnya," tambahnya.

Meskipun masa-masa itu telah berlalu, Farah merasa perlu menceritakan hal ini agar generasi baru menyadari perjuangan dan risiko yang dihadapi para sineas pendahulu mereka.

Saat ini, dengan regulasi yang lebih ketat dan sistem pendanaan film yang lebih transparan (melalui korporasi), pengaruh underworld di Bollywood dianggap telah jauh berkurang dibandingkan beberapa dekade silam.

Pengakuan Farah Khan ini kembali mengingatkan publik pada sisi lain kegelapan di balik gemerlapnya industri film terbesar di dunia tersebut.

Cukup mengerikan ya membayangkan para bintang besar yang kita kenal sekarang dulu harus bekerja di bawah todongan senjata.


(ass/nu2)

TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO