Museum MACAN Umumkan 5 Finalis Max Mara Art Prize for Women

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Karya Seni Ipeh Nur Berjudul Like a dark and mysterious sea 2023
Foto: Dok.Ipeh Nur
Jakarta - Max Mara, Collezione Maramotti, dan Museum MACAN mengumumkan lima perupa yang menjadi finalis di eidis kesepuluh. Para perupa dipilih oleh tim dewan juri yang diketuai oleh Cecilia Alemani.

Tim dewan juri lainnya terdiri dari Direktur Museum MACAN Venus Lau, kurator Amanda Ariawan, galeris Megan Arlin, kolektor Evelyn Halim, dan perupa Melati Suryodarmo.

Dari babak penyisihan sampai final, ada lima perupa yang menjadi finalis pada edisi kesepuluh Max Mara Art Prize for Women. Mereka adalah Betty Adii, Dzikra Afifah, Ipeh Nur, Mira Rizki, dan Dian Suci.

Ketua dewan juri, Cecilia Alemani, mengatakan pemilihan Indonesia sebagai titik peluncuran inkarnasi global baru dari Max Mara Art Prize for Women telah membuka mata kami pada panggung seni yang luar biasa dinamis, tangguh, dan kaya.

Museum MACANMuseum MACAN Foto: Dok.Museum MACAN

"Kelima finalis jadi sosok-sosok utama yang menghadirkan energi tersebut. Karya mereka menjelajahi berbagai teknik tradisional dan kontemporer: mulai dari alkimia leluhur dari keramik dan mitologi maritim, hingga bahasa kontemporer dari soundscape dan video," katanya dalam keterangan pers yang diterima detikpop, Jumat (13/3/2026).

Hal yang sama juga diungkap oleh Direktur Museum MACAN, Venus Lau. Menurutnya, kelima perupa yang masuk nominasi merepresentasikan gagasan seni mereka.

"Mereka mengangkat pertanyaan-pertanyaan seputar pengalaman berbasis gender, kerentanan ekologis, hak-hak komunitas adat, peran entitas non-manusia, dan ketahanan emosional," sambungnya.

"Karya-karya mereka memberikan perspektif segar bagi percakapan yang sedang berlangsung tentang masyarakat, lingkungan, dan peran praktik seni hari ini. Di Museum MACAN, kami tetap berkomitmen untuk mendukung para perupa yang mendorong dialog yang mendalam seperti ini," sambungnya.

Di edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women, menandai babak baru penghargaan karena setiap edisi akan berpindah ke negara berbeda. Penghargaan ini ada di bawah arahan dan kurasi Cecilia Alemani, Direktur dan Kepala Kurator High Line Art di New York.

Indonesia pun jadi lokasi panggung seni utama tahun ini, serta Museum MACAN, Jakarta sebagai mitra penyelenggaraan untuk penghargaan tersebut.


(tia/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO