Novelis Sally Rooney Lantang Dukung Palestina, Hadapi Reaksi Negatif

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Sally Rooney
Foto: Istimewa
Jakarta - Novelis asal Irlandia, Sally Rooney, lantang meneriakkan dukungannya terhadap Palestina. Di atas forum publik dalam Kongres Rakyat untuk Grup Den Haag di Amsterdam, penulis normal People itu tegas mengatakan sebuah kehormatan bisa mendukung Palestina.

"Bagi kita yang hidup di jantung kekaisaran, bagi kita yang memiliki hak istimewa luar biasa berupa platform publik, ini bukan soal membayar harga," ucapnya dilihat dari medsos penyelenggara @progintl_en, seperti dilihat detikpop, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, kita harus melihat dan mengatakan sebuah kehormatan besar dalam hidup untuk mendukung Palestina. Ia juga sadar keputusannya bisa menghadapi reaksi negatif pembaca bukunya.

Akibat dari keputusannya, Sally Rooney juga dilarang melakukan perjalanan ke Inggris setelah menyatakan dukungan untuk Palestine Action. Kelompok itu disebut sebagai organisasi teroris pada Juli 2025, yang kini pelarangannya dinyatakan gak sah.

Sally Rooney juga menegaskan memakai pendapatan dari royalti dan adaptasi televisi karya-karyanya untuk mendukung organisasi tersebut.

"Hampir bisa dipastikan bahwa saya gak dapat lagi menerbitkan atau menghasilkan karya baru apapun di Inggris selama larangan ini masih berlaku," katanya.

FYI, novel Normal People berhasil bestseller di berbagai negara termasuk Irlandia, Inggris, sampai AS. Kesuksesan novelnya juga diadaptasi jadi drama di BBC, dan tontonan yang paling banyak ditonton selama beberapa tahun terakhir.

Profil Sally Rooney

Novel debutnya Conversations With Friends (2017), disusul Normal People (2018) dan Beautiful World, Where Are You (2021), telah membuatnya jadi penulis yang diakui dunia. Dua novelnya bahkan telah diadaptasi menjadi serial televisi. Conversations With Friends tayang pada 2022, sementara Normal People tayang pada 2020.

Pada September 2024, ia merilis novel keempat Intermezzo. Sally beralih dari protagonis perempuan yang biasa ia angkat dan memilih menjelajahi kehidupan dua saudara laki-laki-Ivan dan Peter yang menghadapi duka setelah kematian ayah mereka. Ia mengeksplorasi tema kehilangan, penyesalan, dan refleksi diri.


(tia/wes)

TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO