Timothee Chalamet Panen Hujatan, Sebut Balet dan Opera Gak Laku
Kehebohan ini bermula saat potongan video percakapannya dengan Matthew McConaughey untuk Variety kembali viral di media sosial. Dalam diskusi tersebut, kedua aktor Interstellar ini awalnya membahas soal pergeseran minat penonton modern yang kini lebih menyukai tontonan instan dan mulai meninggalkan film-film bertempo lambat.
Timothee Chalamet secara blak-blakan menyebut penonton akan datang dengan sendirinya jika sebuah karya memang menarik, tanpa perlu dipaksa dengan dalih menyelamatkan sebuah genre.
"Saya mengagumi orang-orang, dan saya sendiri pernah melakukannya, yang tampil di acara bincang-bincang dan berkata, 'Hei, kita harus menjaga bioskop tetap hidup, kita harus menjaga genre ini tetap hidup,' dan sebagian dari diri saya merasa jika orang ingin menontonnya, seperti Barbie, seperti Oppenheimer, mereka akan menontonnya dan berusaha keras untuk menunjukkannya dengan lantang dan bangga," kata Timothee Chalamet seperti dikutip dari Hollywood Reporter.
Suasana memanas ketika aktor muda itu mulai menyeret seni balet dan opera sebagai contoh genre yang menurutnya sudah tidak dipedulikan lagi oleh publik.
"Saya tidak ingin bekerja di balet atau opera di mana orang-orang berkata, 'Hei! Jaga agar genre ini tetap hidup, meskipun tidak ada yang peduli lagi," ucapnya sambil tertawa.
Seakan sadar pernyataannya bakal memicu kontroversi besar, ia sempat melontarkan candaan tentang potensi hilangnya penggemar akibat ucapannya tersebut.
"Dengan segala hormat kepada para pelaku balet dan opera di luar sana... Saya baru saja kehilangan 14 perse penonton. Saya menyerang tanpa alasan," ujarnya.
Pernyataan bernada ejekan tersebut langsung memantik api kemarahan di kalangan seniman panggung. Gedung opera ternama Inggris, The Royal Ballet and Opera, bahkan sampai merilis pernyataan resmi untuk membantah klaim sepihak sang aktor dan menegaskan bahwa seni klasik tetap menjadi akar inspirasi bagi budaya modern.
"Balet dan opera tidak pernah ada secara terpisah. Mereka terus-menerus memberi informasi, menginspirasi, dan mengangkat bentuk seni lainnya. Pengaruh mereka dapat dirasakan di teater, film, musik kontemporer, fashion, dan seterusnya. Selama berabad-abad, disiplin ilmu ini telah membentuk cara seniman berkarya dan penonton menikmati budaya, dan saat ini jutaan orang di seluruh dunia terus menikmati dan terlibat dengan mereka," tulis juru bicara lembaga tersebut.
Tak hanya institusi, para diva opera juga ikut turun tangan memberikan serangan balik. Penyanyi opera asal Amerika, Isabel Leonard, mengaku sangat terkejut sekaligus kecewa melihat seorang aktor sekelas Chalamet memiliki pandangan yang sangat sempit terhadap sesama rekan seniman.
"Anda tidak harus menyukai semua seni, tetapi hanya orang/seniman yang lemah yang merasa perlu untuk meremehkan seni yang justru akan menginspirasi mereka yang tertarik untuk memperlambat tempo hidup, untuk melakukan hal itu," ujar Isabel Leonard.
Sentilan juga datang dari penyanyi opera Irlandia, Sean Tester, yang mengunggah opini tajamnya di Instagram. Ia menilai Timothee Chalamet telah salah kaprah dalam membedakan antara tingkat popularitas sesaat dengan nilai budaya yang abadi.
"Opera dan balet telah bertahan melewati perang... Menyebut bentuk seni ini tidak relevan jauh lebih sedikit berbicara tentang seni itu sendiri daripada tentang betapa sedikit waktu yang dihabiskan seseorang untuk benar-benar menikmatinya," tegas Sean Tester.
(ahs/aay)











































