David Ellison: Paramount dan Warner Bros. Kuasai Bioskop dengan 30 Film Setahun!
Di tengah tren studio lain yang mulai membatasi rilis bioskop demi konten streaming, Ellison justru mengambil langkah berlawanan yang sangat berani.
Ia berkomitmen untuk merilis setidaknya 30 film layar lebar setiap tahunnya. Strategi ini merupakan angin segar bagi para pemilik jaringan bioskop yang sempat lesu pasca-pandemi.
Ellison merencanakan pembagian yang seimbang: 15 film dari label Paramount dan 15 film dari label Warner Bros. per tahun. Angka ini tergolong sangat agresif.
Sebagai perbandingan, dalam beberapa tahun terakhir, studio besar rata-rata hanya merilis 10 hingga 12 film per tahun. Dengan target 30 film, artinya hampir setiap dua minggu sekali, penonton bakal disuguhi film blockbuster baru dari gabungan dua studio legendaris ini.
David Ellison tidak bicara tanpa bukti. Ia menggunakan keberhasilan Top Gun: Maverick, film yang ia produseri bersama Tom Cruise, sebagai kiblat utamanya. Bagi Ellison, sebuah film baru bisa menjadi fenomena budaya dan menghasilkan keuntungan maksimal jika mendapatkan panggung utama di layar perak.
"Sebuah film kehilangan nilai magisnya jika langsung dibuang ke platform streaming tanpa narasi kesuksesan di bioskop," ujar Ellison dalam paparannya yang dikutip dari Variety pada Selasa (3/3).
Ia menegaskan bahwa jendela tayang eksklusif di bioskop (minimal 45 hari) adalah harga mati. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap film memiliki kesempatan untuk 'bernapas' dan membangun basis penggemar sebelum akhirnya masuk ke perpustakaan digital.
Meski sangat memuja bioskop, Ellison tidak melupakan ranah digital. Langkah selanjutnya yang tak kalah besar adalah rencana penggabungan platform streaming.
HBO Max dan Paramount+ dikabarkan bakal melebur menjadi satu layanan tunggal yang super masif. Kekuatan konten yang mereka miliki masif banget.
Warner Bros. punya seluruh dunia DC Comics, Harry Potter, Game of Thrones, dan perpustakaan film klasik WB. Sementara Paramount memiliki Mission: Impossible, Star Trek, Yellowstone, Transformers, hingga tayangan olahraga dari CBS.
Penggabungan ini diprediksi bakal menjadi pesaing terberat Netflix dan Disney+ karena memiliki koleksi konten yang jauh lebih beragam, mulai dari drama dewasa HBO hingga konten anak-anak dari Nickelodeon.
Namun, di balik optimisme ini, ada bayang-bayang kelam yang menghantui ribuan karyawan. Ellison menargetkan penghematan biaya operasional (sinergi) sebesar $6 miliar.
Analis memprediksi hal ini akan berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran karena adanya tumpang tindih departemen antara Paramount dan Warner Bros.
Penggabungan dua dari Big Five studio Hollywood ini dianggap berisiko menciptakan monopoli yang bisa mematikan persaingan dan membatasi pilihan bagi para sineas independen.
(ass/aay)











































