Olivia Dean Buktikan Popularitas Gak Harus Punya Lagu Tentang Seksualitas
Gak cuma itu, menariknya, Olivia Dean berhasil mengemas lirik per lirik tanpa adanya unsur seksualitas. Kini lagu-lagu itu membawa namanya semakin ke atas dan dilirik banyak orang.
Seperti yang kamu tahu, mayoritas lagu-lagu yang hadir di kancah dunia punya irisan untuk membahas seksualitas, tapi Olivia Dean gak menggunakan formula itu demi mencari panggungnya.
Seperti pada lagu-lagunya, Olivia Dean seakan mengajari untuk mencintai diri sendiri.
Pada Man I Need, kamu pasti sudah berpikir bahwa lagu ini bercerita tentang cinta-cintaan aja. Tapi, gak gitu ya. Olivia Dean di sini menyinggung soal pentingnya tahu nilai diri sendiri saat menjalin cinta.
Olivia Dean mengajak pendengar untuk tidak perlu berkompromi dengan cinta yang setengah-setengah. Menurut Dean, kita sebagai manusia pantas mendapatkan cinta yang tulus, penuh, dan selalu diselimuti kebahagiaan.
Lalu ada juga lagu Baby Steps. Hal yang mau disampaikan Olivia Dean di sini soal berproses dalam menyembuhkan diri setelah mengalami patah hati. Gak perlu buru-buru bahagia, menikmati langkah demi langkah menuju pemulihan juga penting.
Lanjut ke lagu yang mungkin aja selalu kamu putar, So Easy (To Fall In Love). Dalam sebuah interview, Olivia Dean pernah mengungkapkan kalau lagu ini adalah refleksi tentang bagaimana kita terlalu fokus membuat orang lain suka dengan kita, padahal apakah kita masih suka dan nyaman dengan diri sendiri? Dengan nada lagu santai dan menggoda, Olivia Dean mengajakmu sadar jika kamu sudah cukup berharga.
Berkat lagu-lagu ini, Olivia Dean berhasil memboyong penghargaan Artist of the Year, Song of the Year, Album of the Year dan Best Pop Act di Brit Awards 2026.
Kesuksesan ini melanjutkan momentum kuatnya sejak perilisan album The Art of Loving, yang melambungkan namanya sepanjang tahun terakhir.
So, lagu-lagu cinta dan patah hati gak melulu bikin sedih kan? Dengerin Olivia Dean kalau kamu mau semakin mencintai diri kamu sendiri ya!
