Para Pemenang Oscar yang Dianggap Salah Film

Asep Syaifullah
|
detikPop
Hollywood, CA/ USA - July 26, 2018: Oscar golden award in a souvenir store on Hollywood Boulevard. Success and victory concept
Foto: Getty Images/vzphotos
Jakarta - Namanya ajang penghargaan, kadang gak semua orang bisa terima pilihan para juri Oscar yang kadang unik (dan bikin garuk-garuk kepala).

Kadang ada sutradara atau aktor yang bikin mahakarya jenius tapi dicuekin, eh giliran mereka bikin film yang "oke aja", malah dikasih piala. Fenomena ini sering disebut sebagai Career Achievement Award yang dibungkus dalam piala film tahun berjalan.

Berdasarkan ulasan Collider (2/3), ini dia deretan nama besar yang menang Oscar lewat film yang dianggap bukan karya terbaik mereka:

1. Danny Boyle - Slumdog Millionaire (2008)

Cuplikan film 'Slumdog Millionaire'.Cuplikan film 'Slumdog Millionaire'. Foto: Dok. Fox Searchlight Pictures

Siapa yang nggak tahu lagu "Jai Ho"? Film ini menyapu bersih Oscar, termasuk Sutradara Terbaik buat Danny Boyle. Meskipun Slumdog itu seru dan visualnya keren, bagi banyak pecinta film, energi asli Danny Boyle ada di film-film seperti Trainspotting atau 28 Days Later.

Menang buat Slumdog terasa seperti Academy baru sadar kalau mereka punya sutradara se-brilian Danny Boyle setelah belasan tahun.

2. Rami Malek - Bohemian Rhapsody (2018)

Rami Malek sebagai Freddie Mercury di film 'Bohemian Rhapsody'.Rami Malek sebagai Freddie Mercury di film 'Bohemian Rhapsody'. Foto: Dok. Twentieth Century Fox Film Corporation

Kemenangan Rami sebagai Freddie Mercury adalah salah satu yang paling diperdebatkan di internet. Banyak kritikus merasa akting Rami di sini lebih ke arah "impersonasi" atau peniruan fisik (lengkap dengan gigi palsunya) daripada akting yang mendalam.

Dibandingkan perannya di serial Mr. Robot atau film Short Term 12, kemenangan ini dianggap terlalu bergantung pada popularitas band Queen itu sendiri.

3. Guillermo del Toro - The Shape of Water (2017)

The Shape of WaterThe Shape of Water Foto: dok Fox Searchlight

Del Toro akhirnya dapet pengakuan lewat kisah cinta manusia dan monster air ini. The Shape of Water itu cantik, tapi semua fans berat Del Toro tahu kalau mahakarya sejatinya adalah Pan's Labyrinth.

Film itu jauh lebih gelap, puitis, dan orisinal. Menang di tahun 2017 terasa seperti permintaan maaf Academy karena melewatkan Pan's Labyrinth di kategori utama pada 2006.

4. Mahershala Ali - Green Book (2018)

Mahershala Ali menang Aktor Pendukung Terbaik keduanya di sini. Dia emang karismatik banget, tapi filmnya sendiri penuh kontroversi. Perannya di Moonlight (yang bikin dia menang Oscar pertama) jauh lebih emosional dan berbobot.

Di Green Book, perannya terasa agak "datar" dan filmnya sering dikritik karena narasi white savior-nya yang kuno.

5. Ennio Morricone - The Hateful Eight (2015)

The Hateful EightThe Hateful Eight Foto: Dok. Visiona Romantica via IMDb

Legenda musik film ini akhirnya menang Oscar kompetitif pertamanya lewat film garapan Quentin Tarantino. Ini benar-benar "Makeup Oscar" paling nyata.

Morricone adalah orang di balik musik ikonik The Good, the Bad and the Ugly dan The Mission. Menang buat The Hateful Eight-yang musiknya sebenarnya bagus tapi nggak se-ikonik karya klasiknya-hanyalah cara Academy untuk memberikan piala sebelum beliau tiada.

6. Kevin Costner - 'Dances With Wolves' (1990)

Dances With Wolves (1992).Dances With Wolves (1992). Foto: Dok. Ist

Film ini menang besar, bahkan mengalahkan film legendaris Goodfellas milik Martin Scorsese. Kevin Costner menang Sutradara Terbaik di sini, tapi sejarah membuktikan kalau Goodfellas punya pengaruh yang jauh lebih besar bagi dunia perfilman.

Banyak yang merasa Costner menang karena filmnya bertema epik dan tradisional, gaya yang sangat disukai juri Oscar zaman dulu, meski secara teknis bukan sutradara terbaik di tahun itu.

7. Al Pacino - Scent of a Woman (1992)

Scent of a Woman (1992)Scent of a Woman (1992) Foto: Dok. Ist

Ini yang paling kita sepakati. Pacino harusnya menang lewat The Godfather atau Dog Day Afternoon. Di Scent of a Woman, aktingnya terlalu bombastis dengan teriakan "Hoo-ah!" yang ikonik tapi kurang subtil dibanding peran-peran legendarisnya dulu.

Oscar memang nggak selalu adil. Kadang piala itu diberikan bukan untuk filmnya, tapi untuk nama besar di balik film tersebut.

Kira-kira dari daftar di atas, kemenangan siapa yang menurutmu paling "maksa"?


(ass/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO