Jaga-jaga Pas Adegan Telanjang, Amanda Seyfried Pakai Body Prosthetic
Siapa sangka aktris secantik Amanda Seyfried bakal pakai alat bantu yang nggak biasa di lokasi syuting. Dia nyiapin bokong buatan untuk jaga-jaga kalau aja film garapan Mona Fastvold itu mau ngambil adegan telanjang.
Hal ini diungkapkan dalam wawancara terbarunya di The Scott Mills Breakfast Show (via EW pada 26 Februari), bintang Mamma Mia! ini buka-bukaan soal rahasia itu.
Amanda cerita kalau film biopik tentang pendiri sekte Shaker ini pengen nampilin adegan yang serealistis mungkin, termasuk adegan melahirkan yang cukup grafis. Nah, Amanda mengungkap kalau dia sampai pakai prostetik anus saat syuting adegan itu.
Lucunya, Amanda bilang kalau sebenernya benda itu sama sekali nggak bakal kelihatan di kamera. Pas ditanya kenapa tetap dipakai kalau ujung-ujungnya nggak kelihatan, dia cuma menjawab santai: "Just in case!" alias buat jaga-jaga aja. Namanya juga totalitas, ya kan?
Walaupun harus pakai berbagai prostetik (termasuk buat adegan melahirkan), Amanda justru merasa sangat "merdeka" saat syuting.
Amanda Seyfried di The Testament of Ann Lee (2026). Foto: Dok. Ist |
Dia sempat bilang kalau di akhir film, ada adegan dia berdiri di depan bangunan terbakar cuma pakai merkin (wig untuk area intim), dan dia merasa sangat bebas secara artistik.
"Saya hamil dan telanjang, tetapi sebenarnya saya tidak telanjang kok, dan di akhir film, saya berdiri di depan gedung yang terbakar hanya dengan penutup kemaluan palsu. Saya merasa sangat bebas," jelas Seyfried tentang adegan telanjangnya di momen-momen terakhir film tersebut.
Dalam film ini Amanda Seyfried memerankan Lee, seorang wanita Inggris abad ke-18 yang dianggap sebagai pemuka agama setelah kehilangan empat anak di usia muda dan percaya bahwa kesucian hanya dapat dicapai dengan meninggalkan "hubungan seksual."
Selama salah satu masa penahanannya di penjara, Lee dihantui oleh penglihatan yang membuatnya percaya bahwa dirinya adalah wakil Tuhan di Bumi - sebuah pencerahan yang tidak memperbaiki kedudukannya yang lemah di Gereja Inggris.
Lee kemudian mendirikan sekte Kristen yang dikenal sebagai Shakers, dengan film tersebut menggambarkan perpindahan gerakan tersebut ke New York pada masa kolonial Amerika Serikat.
(ass/wes)












































