Donald Trump Sebut Melania Kini Bintang Film Besar

Asep Syaifullah
|
detikPop
U.S. first lady Melania Trump attends for the premiere of the documentary film Melania at the John F. Kennedy Center for the Performing Arts, recently renamed to include U.S. President Donald Trumps name, in Washington, D.C., U.S., January 29, 2026. REUTERS/Kevin Lamarque
Foto: REUTERS/Kevin Lamarque
Jakarta - Di tengah kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih, sebuah narasi baru sedang dibangun: Melania Trump kini bukan sekadar Ibu Negara, melainkan seorang bintang layar lebar.

Namun, di balik klaim kemenangan yang digelorakan oleh sang Presiden, industri film justru melaporkan gambaran yang jauh lebih suram mengenai proyek dokumenter senilai $40 juta tersebut.

Dalam sebuah pernyataan terbaru di acara Board of Peace (via Variety pada 20 Februari), Donald Trump dengan penuh percaya diri memproklamirkan status baru istrinya.

Ia tidak hanya memuji film dokumenter bertajuk "Melania" yang dirilis oleh Amazon MGM Studios tersebut, tetapi juga mengklaim kesuksesan yang sulit diverifikasi oleh data industri.

Donald Trump tidak menahan diri dalam memberikan pujian selangit. Ia mengklaim bahwa film tersebut telah meraih kesuksesan yang belum pernah terlihat dalam dua dekade terakhir.

"Melania sekarang adalah bintang film besar. Dokumenternya adalah yang nomor satu dalam 19 tahun terakhir, bisakah Anda mempercayainya?" ucapnya.

"(Dia) seorang bintang film besar dan aku selalu mengatakan jika ini adalah masalah, karena menurutku tak ada cukup ruang dalam satu keluarga untuk dua bintang besar, jadi ya aku gatau bakal gimana. Ini sih kayaknya gak bagus," tambahnya.

Namun, angka di lapangan berbicara sebaliknya. Laporan internal industri menunjukkan bahwa setelah debut yang cukup bising, pendapatan box office film tersebut anjlok hingga 67% hanya dalam satu minggu.

Klaim "nomor satu" yang dilontarkan Trump dianggap oleh banyak analis sebagai bentuk hiperbola politik yang biasa ia lakukan, mengingat data transparansi dari Amazon belum sepenuhnya dibuka ke publik.

Keluhan terbesar datang dari para kritikus film profesional yang merasa proyek ini lebih merupakan alat propaganda daripada sebuah karya seni dokumenter. Kritikus utama Variety, Owen Gleiberman, memberikan ulasan yang sangat tajam dan menghancurkan.

Gleiberman menyebut film tersebut sebagai sebuah "infomersial tanpa rasa malu" yang terasa hampa. Ia membandingkan gaya penyutradaraan Brett Ratner dalam film ini dengan model film propaganda negara yang kaku.

Keluhan utamanya adalah kontrol editorial penuh yang dipegang oleh Melania Trump. Berdasarkan kesepakatan kontraknya, Melania memiliki hak untuk memotong adegan apa pun yang ia anggap tidak menguntungkan citranya.

Hasilnya? Sebuah film yang menurut para kritikus terasa "steril" dan "palsu." Di situs ulasan Rotten Tomatoes, terjadi anomali yang mencolok:

* Skor Kritikus: Terjerembap di angka 5%.

* Skor Penonton: Melonjak hingga 99%.

Perbedaan ekstrem ini memicu kecurigaan adanya kampanye pemberian rating massal oleh para pendukung fanatik untuk menutupi hancurnya penilaian dari para ahli film.

Masalah film "Melania" tidak berhenti pada kontennya saja. Laporan dari Rolling Stone mengungkapkan adanya keresahan besar di antara kru produksi. Dikabarkan bahwa dua pertiga dari staf produksi secara resmi meminta agar nama mereka dihapus dari kredit film.

Mereka merasa malu dan tidak ingin karier mereka dikaitkan dengan proyek yang dianggap sebagai "proyek kesombongan" yang sangat mahal.

Selain itu, industri musik film juga diguncang oleh keluhan dari komposer ternama Jonny Greenwood (Radiohead). Musiknya yang ikonik dari film Phantom Thread digunakan dalam dokumenter ini tanpa izin yang jelas.

Greenwood dan sutradara Paul Thomas Anderson dilaporkan sangat berang dan menuntut agar karya mereka segera dihapus dari film tersebut, menambah daftar panjang masalah hukum yang membayangi perilisan ini.


(ass/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO