Taskya Namya dan Wavi Zihan Terjerat Ritual Berdarah di Film Rambut Sewu
Baru saja menggelar syukuran pada Sabtu (14/2/2026) lalu, film ini menandai langkah awal menuju proses syuting yang dijadwalkan mulai 25 Februari mendatang. Disutradarai oleh Hanny Saputra, film ini menjanjikan perpaduan horor supranatural dan thriller yang mencekam.
Bicara soal cerita, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih bukan sekadar film horor biasa yang jualan jumpscare. Judulnya saja punya filosofi yang dalam.
"Satu langkah getih adalah simbol bahwa satu keputusan yang salah bisa mengubah hidup seseorang selamanya," kata Zakir Rasyidin selaku produser dalam konferensi pers di kawasan Kabupaten Bogor, Sabtu (14/2/2026).
Bukan rahasia lagi kalau syuting film horor seringkali menguras tenaga ekstra. Sadar akan hal itu, Zakir Rasyidin memberikan perhatian khusus pada kondisi para aktornya. Mengingat bakal banyak adegan intens yang menguras emosi dan fisik, ia tak ingin para pemain tumbang di tengah jalan.
Para cast dan kru film Rambut Sewu. Foto: Ahsan Nurrijal/detikpop |
"Fisik pemain harus dijaga, agar performa pemain bisa menjalankan syutingnya lancar," ujar Zakir Rasyidin.
Ceritanya mengikuti sosok Wulan (Wavi Zihan) yang pindah ke sebuah desa demi merawat ibunya. Ia menyewa rumah tua murah tanpa tahu kalau rumah itu punya sejarah kelam tentang gadis bernama Marni (Taskya Namya) yang terikat ritual hitam.
Wulan mulai mengalami teror mulai dari mimpi aneh, jalan saat tidur, hingga luka misterius di tubuhnya. Ia hanya punya waktu 40 hari sebelum arwah Marni benar-benar mengambil alih tubuhnya.
Film ini gak main-main soal urusan pemain. Selain Wavi Zihan dan Taskya Namya, ada juga Yusuf Mahardika sebagai Damar dan aktor senior Donny Alamsyah yang bakal memerankan tokoh kunci bernama Suradi.
Baca juga: 5 Film Bioskop Akhir Pekan Ini |
Biar makin dapet aura mistisnya, tim produksi bakal memboyong para pemain ke daerah Tegal, Wonosobo, dan sekitarnya. Hutan dan desa terpencil dipilih demi menciptakan atmosfer yang realistis dan gelap.
Meski ceritanya original, film ini terinspirasi dari kentalnya mitos Jawa tentang perjanjian gaib dan pengorbanan. Pesan yang ingin disampaikan pun kuat, yaitu setiap jalan pintas lewat cara gelap pasti ada harga mahal yang harus dibayar.
(ahs/ass)












































