Anjlok 88 Persen, Melania Terpuruk di Box Office Inggris

Asep Syaifullah
|
detikPop
U.S. first lady Melania Trump attends for the premiere of the documentary film Melania at the John F. Kennedy Center for the Performing Arts, recently renamed to include U.S. President Donald Trumps name, in Washington, D.C., U.S., January 29, 2026. REUTERS/Kevin Lamarque
Foto: REUTERS/Kevin Lamarque
Jakarta - Setelah pembukaan yang mengecewakan di Inggris, film dokumenter resmi mengenai ibu negara Amerika Serikat, Melania, kini mengalami kehancuran finansial yang lebih dalam pada pekan kedua penayangannya.

Data terbaru dari Comscore menunjukkan, film tersebut mengalami penurunan pendapatan yang sangat drastis sebesar 88 persen dibandingkan pekan pertamanya, sebuah angka yang menandakan hilangnya minat penonton Inggris secara hampir menyeluruh.

Pada pekan kedua, film yang disutradarai oleh Brett Ratner tersebut hanya mampu meraup pendapatan sebesar Β£4.091 atau Rp 93,8 juta dari 62 lokasi penayangan. Secara rata-rata, setiap bioskop hanya menghasilkan sekitar Β£66 (Rp 1,5 juta), yang jika dikonversi setara dengan hanya enam tiket terjual per lokasi selama akhir pekan.

Angka ini jauh merosot dibandingkan pekan perdana yang mencatatkan pendapatan Rp 756 juta, yang saat itu pun sudah dianggap sangat kecil untuk ukuran film yang didukung kampanye pemasaran masif.

Keterpurukan di Inggris ini jauh lebih parah jika dibandingkan dengan performanya di Amerika Serikat. Meski di pasar domestik AS film ini juga mengalami penurunan pendapatan sekitar 67 persen, ia masih mampu bertahan di peringkat 10 besar.

Sebaliknya, di Inggris, Melania terlempar bebas ke posisi ke-62 dalam tangga box office. Sejauh ini, total pendapatan film tersebut di Inggris hanya mencapai Rp 1,4 miliar, angka yang sangat kontras dengan biaya akuisisi Amazon sebesar $40 juta (Rp 671 miliar) dan biaya promosi yang mencapai $35 juta. (Rp 587 miliar)

Kritikus film di Inggris pun memberikan ulasan yang sangat tajam dan tidak kenal ampun. Kritikus The Guardian, Xan Brooks, bahkan menjuluki film ini sebagai "remake sampah yang berlapis emas dari The Zone of Interest" dan menggambarkannya sebagai pengalaman menonton yang terasa seperti "neraka dua jam tanpa akhir."

Meskipun Rotten Tomatoes sempat membela adanya perbedaan mencolok antara skor kritikus yang buruk dan skor penonton yang tinggi dengan menegaskan tidak ada manipulasi data, angka penjualan tiket di lapangan menunjukkan realita yang berbeda.

Dengan hasil yang terus menurun, masa depan penayangan teatrikal Melania di Inggris diperkirakan tidak akan bertahan lama. Film ini tampaknya akan segera ditarik dari layar lebar dan langsung dialihkan ke platform streaming Prime Video, di mana Amazon berharap bisa menjaring audiens yang lebih luas dibandingkan di gedung bioskop yang kini hampir kosong melompong.


(ass/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO