Asmaranala Jadi Kolaborasi Apik Dewanda Pratama Sampai Nuki Nares
Semua itu dirangkum secara jujur dalam Asmaranala, single terbaru kolaborasi Dewanda Pratama, Eros Tjokro, dan Nuki Nares, yang resmi dirilis pada 6 Februari 2026.
Dikemas dalam aransemen city pop up beat bernuansa vintage, Asmaranala menghadirkan ironi yang menarik. Musik pada lagu ini cukup cerah dan mengalir ringan, sementara ceritanya menyimpan perjuangan cinta yang habis-habisan.
Asmaranala adalah lagu tentang bertahan, tentang mencintai tanpa jaminan, dan tentang keberanian untuk mengakui bahwa tidak semua perjuangan berakhir dengan kemenangan. Lagu ini hadir sebagai karya yang timeless dan sangat relevan.
Diproduseri oleh Nuki Nares, Asmaranala menghidupkan kembali estetika city pop klasik dengan pendekatan modern. Groove bass yang santai, permainan synth retro, serta tempo up beat menciptakan suasana hangat dan nostalgik, mengingatkan pada era ketika musik pop terasa sederhana, jujur, dan penuh rasa.
Baca juga: Britpop Bukan Cuma Oasis dan Blur Aja |
Nuansa vintage ini tidak hanya menjadi gimmick, tetapi fondasi emosional yang memperkuat cerita di dalam lagu.
Dewanda Pratama dan Eros Tjokro tampil sebagai dua suara yang saling melengkapi. Dewanda menyuarakan kegelisahan dan harapan yang tak terucap, sementara Eros membawa warna vokal yang lebih tenang dan reflektif.
Keduanya membentuk narasi utuh tentang seseorang yang bertahan terlalu lama demi cinta yang belum tentu memilihnya. Kolaborasi ini terasa intim, seolah pendengar sedang mendengar isi kepala mereka yang sedang jatuh cinta dan lelah.
Konsep vintage juga dihadirkan secara konsisten melalui artwork dan music video. Palet warna hangat, gaya visual retro, serta pendekatan storytelling yang sederhana membuat Asmaranala terasa seperti potongan memori lama, tentang cinta yang pernah diperjuangkan, meski hasilnya tak selalu bahagia.
Langsung aja dengerin lagunya sekarang ya!
(aay/aay)











































