Surat Ke 8 Siap Jadi Bagian dari Drama Keluarga Penuh Haru

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Wokcop Pictures memulai syuting film Surat Ke 8, drama keluarga tentang cinta, pengorbanan, dan tantangan komunikasi antargenerasi.
Foto: Dokumentasi Surat Ke 8
Jakarta - Wokcop Pictures secara resmi memulai proses syuting film drama keluarga berjudul Surat Ke 8. Film ini mengangkat kisah menyentuh tentang cinta abadi, pengorbanan, serta tantangan jarak emosional antargenerasi.

Berangkat dari problem masa kini yang related dengan banyak orang, Surat Ke 8 digadang-gadang punya cerita yang bisa mewakili banyak perasaan.

Surat Ke 8 mempertemukan Aurora Ribero, Arief Didu, dan Unique Priscilla beradu peran dalam satu film. Ketiganya menghadirkan interaksi lintas generasi yang menjadi inti emosional cerita.

Berpusat pada relasi orang tua dan anak, film ini mengisahkan tentang kehadiran surat-surat tak terduga yang menyimpan pesan penuh makna, sekaligus membuka ruang dialog atas hal-hal yang selama ini terpendam dalam sebuah keluarga.

Aurora Ribero, yang memerankan karakter Cahaya, mengungkapkan ketertarikannya sejak pertama kali membaca naskah.

"Ceritanya sederhana, tapi dalam. Surat Ke 8 terasa sangat dekat dengan kehidupan banyak orang karena ada peran anak, bapak, ibu, partner-jadi banyak yang bisa relate. Packaging-nya simpel, tapi banyak rasa yang akan didapat," ujar Aurora, dalam keterangan pers, Kamis (8/1/2026).

Disutradarai oleh Franklin Darmadi, Surat Ke 8 menempatkan surat sebagai simbol komunikasi yang intim dan personal.

"Film ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi tentang bagaimana cinta tanpa syarat itu bekerja," sambung Franklin.

"Surat-surat menjadi jembatan yang menghubungkan hati yang terpisah, mengajarkan kita bahwa merelakan bukanlah kekalahan, melainkan puncak dari sebuah keikhlasan dan pengorbanan."

Bagi Arief Didu, yang berperan sebagai Fajar, film ini menawarkan refleksi mendalam tentang sosok ayah dan relasi orang tua-anak.

"Semua yang dilakukan seorang ayah pada dasarnya adalah cerminan dari keinginannya agar anaknya baik-baik saja. Masalahnya, sering kali ada hal-hal yang tidak tersampaikan dengan baik, sehingga anak tidak sepenuhnya memahami isi pikiran orang tuanya," tuturnya.

Arief juga menilai isu generation gap yang diangkat film ini sangat relevan dengan kondisi keluarga Indonesia saat ini, terutama dalam soal komunikasi antargenerasi.

Sementara itu, Unique Priscilla, yang memerankan Mentari, melihat Surat Ke 8 sebagai film yang menyoroti peran ibu secara lebih manusiawi dan reflektif.

"Dari film ini aku belajar bahwa menjadi seorang ibu itu tidak mudah. Ia sering menjadi perekat antara bapak, anak, dan anggota keluarga lainnya, menjaga agar komunikasi tetap berjalan dalam kondisi apa pun," ungkapnya.

Melalui pendekatan yang reflektif, Surat Ke 8 menjadi cerminan dinamika generation gap di era kini.

Film ini mengajak penonton untuk kembali merenungkan pentingnya komunikasi, empati, serta penghargaan terhadap perbedaan sudut pandang dalam keluarga bahwa rumah, pada akhirnya, adalah tempat kita belajar menerima dan melepaskan.




(pig/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO