Kuburan Band Bantah Sindir Slank, Gimana Respons Kaka Cs?
Tapi, lagu itu langsung ramai diperbincangkan karena dianggap mocking atau mengejek lagu terbaru Slank yang berjudul Republik Fufufafa.
Nah bassist Kuburan Band, Denny Rahmat Ramdani bersama gitarisnya, Raka Auliantara akhirnya angkat bicara. So, apa kata mereka ya?
"Itu dapat kami pastikan sebenarnya enggak betul ya, alias salah tag kayaknya," ujar Denny, saat dihubungi wartawan, Selasa (6/1/2026).
Denny menjelaskan, sejak pertama muncul, pihak band sudah menyadari ada sesuatu yang janggal. Setelah didengarkan dengan saksama, mereka yakin lagu tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI.
"Meskipun kita sudah langsung ngeh kalau lagunya menurut kita itu AI banget. Dari musiknya saja ketahuan," sambung Denny.
"Karena gak ada yang serapi itu main musiknya. Terlalu rapi bagi kita kalau itu dibilang lagu asli buatan manusia," sahut Raka.
Kuburan Bandgak cuma bantah aja, mereka juga langsung menghubungi Slank nih. So, gimana respons Kaka cs ya?
"Kami menghubungi Mas Kaka. Karena meskipun jarang ketemu, tapi pernah manggung bareng, kami merasa dekat-dekat saja. Mas Kaka responsnya enak. Dia bilang 'Iyalah', maksudnya mereka juga sudah bisa lihat kalau itu karyanya robot atau generik lah," ucap Denny.
Menariknya, justru Kaka Slank yang merasa tidak enak karena nama Kuburan Band jadi ikut terseret.
"Bahkan Mas Kaka malah mendoakan, dia merasa gak enak malah Kuburan Band jadi terbawa gara-gara Slank. Dia takut malah mengganggu promo lagu baru kami, yang baru rilis, Ajeng," tutur Denny.
Yup, masalah ini semua diduga berkaitan dengan penyalahgunaan AI untuk saling mengadu domba. Ini menjadi bagian yang merugikan di bidang musik.
Gak cuma itu, Denny bahkan mengibaratkan AI seperti musuh dalam film Mission Impossible.
"Jadi masalah ini kayak kerjaan Entity atau entitas AI di film itu. Entitas itu kan basisnya AI, jadi kayak adu domba. Untungnya gak ada yang disandera ya," jelas Denny sambil tertawa.
(pig/wes)











































