Teror Psikologis dalam Teaser Film Lift Milik Produser The Raid

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Trois Films luncurkan teaser trailer film thriller psikologis Lift. Film ini menjanjikan ketegangan di ruang lift, tayang 26 Februari 2026.
Foto: Dokumentasi film Lift
Jakarta - Setelah merilis poster resmi, rumah produksi Trois Films kini meluncurkan teaser trailer untuk film thriller psikologis Lift. Film ini sebelumnya sudah dijadwalkan bakal tayang di bioskop pada 26 Februari 2026.

Teaser berdurasi satu menit ini menjadi pengantar awal menuju kisah film yang intens, brutal, dan menekan, di mana sebagian besar teror berlangsung di satu ruang yang sangat familiar di sebuah lift.

Dalam keterangan pers, Senin (5/1/2026), teaser trailer ini, penonton diajak masuk ke dalam atmosfer film yang mengancam. Ekspresi dan gestur khas Shareefa Danish sebagai sosok antagonis muncul dalam potongan-potongan singkat yang efektif membangun rasa tidak aman.

Teror tersebut berpadu dengan penggunaan lift sebagai arena utama cerita, yaitu sebuah ruang klaustrofobik yang tertutup, tanpa jalan keluar, dan perlahan berubah menjadi medan permainan hidup-mati. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam lift itu? Dan mengapa ruang tersebut menjadi kunci dari teror yang dialami para karakter?

Teaser Lift juga memberi sinyal kuat bahwa film ini tidak menahan diri dalam urusan visual. Percikan darah, noda kekerasan, dan fragmen kekacauan muncul untuk mempertegas bahwa Lift bergerak di wilayah ekstrem, baik secara visual maupun emosional.

Intensitas tersebut selaras dengan kesan yang ditangkap oleh kritikus internasional Darwin Reina dari Rodartin.com, yang menyebut Lift sebagai, "A film that keeps you guessing, clutching your seat, and questioning your own instincts."

Pendekatan ini menjadi semakin menarik karena film ini diproduseri oleh Ario Sagantoro, produser di balik Merantau, The Raid, dan The Raid 2, tiga film yang dikenal luas karena keberanian mereka mendobrak batasan genre laga.

"Setiap project yang saya pilih selalu berangkat dari satu pertanyaan, apakah film ini menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda bagi penonton? Lift punya itu. Tak hanya dari skala aksinya saja, tapi juga dari intensitasnya," ujar Ario.

"Pengalaman memproduseri Merantau dan The Raid mengajarkan saya pentingnya disiplin tensi. Di Lift, tensi itu kami bawa ke arah yang lebih psikologis. Lebih dekat, lebih menekan, dan terasa personal."

Adapun Lift mengisahkan teror yang kembali menghantui PT Jamsa Land enam tahun setelah kecelakaan lift kantor yang menewaskan banyak orang. Linda (Ismi Melinda), staf humas perusahaan, terjebak di dalam lift bersama sebuah suara misterius yang mengancamnya melalui interkom.

Ketika anaknya disandera, Linda dipaksa mengikuti serangkaian permainan berbahaya yang perlahan membuka kembali rahasia kelam tragedi masa lalu. Sekitar 70 persen cerita film berlangsung di dalam lift, menjadikannya latar sekaligus pusat konflik dan teror film ini.

"Di Lift, kami ingin penonton merasa ikut terjebak," tambah Ario.

"Bukan hanya menyuguhkan kekerasan, tapi kami juga ingin penonton turut merasakan bagaimana kepanikan karakter di dalam sebuah ruang sempit, saat napas semakin pendek dan dan pilihan yang semakin sedikit. Ini pengalaman menonton yang kami rancang untuk membuat penonton tidak nyaman, dari awal sampai akhir."

Kamu perlu tahu nih, sebelum rilis di bioskop pada 26 Februari 2026, Lift telah lebih dulu terpilih sebagai Official Selection Dubai City Film Festival 2025 dan mengantongi empat nominasi, termasuk Best Feature Film, dalam ajang Los Angeles Fantasy Fest 2025, menandai antusiasme sirkuit festival internasional terhadap eksekusi primanya dalam ranah genre thriller.


(pig/aay)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO