Kelakar SBY Kini Aktif Jadi Seniman: Banyak yang Bilang Saya 'Mualaf'
SBY pun hadir dalam pameran seni rupa dan lelang lukisan untuk korban bencana Aceh dan Sumatera yang diselenggarakan di TIM, tadi malam. Selama 15 menit, ia berpidato dan menekankan pentingnya merasakan 'empati' bagi korban Aceh dan Sumatera.
"Ini nilai luhur, budaya bangsa, dan karakter luhur. Seniman peduli dan memberikan contoh, upaya besar untuk berbagi ke mereka semua. Saya bicara saat di ruang tunggu tadi, meskipun ikut memamerkan lukisan, saya ini pemula. New comer, amatir dalam dunia seni lukis," ucapnya membuka omongan di hadapan pencinta seni yang hadir pada Selasa (23/12/12) malam.
Baca juga: ICAD 2025 Dibuka, Lukisan SBY Jadi Spotlight |
SBY cerita kalau baru mulai melukis selama 4,5 tahun. "Juni nanti genap 5 tahun," ucapnya singkat.
"Banyak yang bilang saya mualaf. Barangkali saya anak desa dari Pacitan, jadi prajurit TNI selama 30 tahun, masuk ke politik 15 tahunan. Saya kembali ke pangkuan masyarakat dan menggeluti dunia seni," kata SBY.
Dia pun kembali mengklarifikasi anggapan yang ada di publik karena aktif menjadi seorang seniman. "Barangkali juga, mualaf itu its not right. Saya jurusan Matematika, tapi keseharian saya sekolah itu di dunia seni, pemain band, menciptakan lagu, nulis puisi, cerpen, baik bahasa Indonesia dan Jawa. Saya menyenangi gamelan, seni pewayangan. I love art, dan ketika masuk ke akademi militer, seni itu dilepaskan," sambungnya.
Susilo Bambang Yudhoyono saat mengisi acara di Pameran Seni Rupa dan Lelang Lukisan untuk Bencana Sumatera di TIM, pada Selasa (23/12/12) malam. Foto: Tia Agnes/ detikcom |
Selepas dari pengabdian pada negara, presiden yang menjabat dua periode itu merasa harus kembali ke 'fitrah'.
"Saya boleh dikatakan return of the lost artist. Kembalinya seniman yang hilang. Kembali ke rumahnya sendiri. Tolong saya diterima oleh DKJ dan teman-teman, saya bagian dari seni yang tercinta ini," ucap SBY disambut gelak tawa yang hadir.
Jika di dunia politik itu soal kalah dan menang, di dunia bisnis soal untung maupun rugi, namun bagi SBY berada di dunia seni seperti membuat setiap orang bahagia.
"Makes everybody happy, bisa menimbulkan kedamaian, keteduhan, kasih sayang, saling hormat menghormati. Mari kita do something buat berkarya dan peduli kepada Indonesia yang makin damai. Jawaban saya yes, karena itulah yang bisa kita lakukan. Ini panggilan moral (jadi seniman)," pungkasnya.
(tia/dar)












































