SBY Art Community Gelar Pameran Seni, 31 Lukisan Dipamerkan

Buat detikers yang penasaran, eksibisinya digelar di Space8 di Astha District. Sebanyak 31 lukisan dari 21 seniman anggota SBY Art Community lagi mejeng di sana, yang sebagian besar karyanya berskala besar.
Komunitas yang digagas oleh Presiden RI keenam periode 2004 - 2014, Susilo Bambang Yudhoyono, itu jadi inisiatif yang jadikan seni rupa sebagai instrumen perdamaian.
"Ini pameran pertama kami yang menampilkan 31 karya lukis perdamaian. Kami bersyukur dan bangga melibatkan empat institusi seni dari ISI Yogya, ISI Surakarta, FSRD ITB, dan FSRD IKJ. Ada 5 pelukis profesional, dan lukisan kolaborasi 2,5 x 7 meter dari SBY Art Community, dan juga 8 lukisan Pak SBY," ungkap Koordinator SBY Art Community, Ediwan Prabowo, saat media gathering pada Jumat (29/8/2025).
Menurut Ediwan, karya yang ditampilkan sudah melewati proses selektif yang ketat. Setiap anggota seniman masing-masing mengirimkan satu lukisan yang menunjukkan nilai cinta Tanah Air.
"Pameran ini bukan hanya menghadirkan karya seni yang menarik, tetapi juga sebuah perjalanan reflektif dan kolaboratif," ungkapnya.
SBY Art Community lahir dari gagasan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bahwa seni rupa dapat menjadi jembatan perdamaian sekaligus ruang reflektif bagi keadilan global. Komunitas ini berlandaskan tiga pilar tematik: resolusi konflik, penegakan kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan.
Kurator pameran Suwarno Wisetrotomo pun nambahin kalau komunitas ini jadi yang pertama kalinya didirikan oleh Presiden RI. Sepanjang sejarah bangsa yang berusia 80 tahun, belum ada presiden yang menaruh perhatian penuh pada dunia seni lukis.
"Dalam pandangan kami bersama kurator Rizki A Zaelani, komunitas seni yang dipimpin oleh presiden, meskipun bukan lagi jadi presiden, tapi punya jejaring paripurna. Saya membayangkan potensinya sudah terkumpul," terang Suwarno.
Salah satu lukisan kolaboratif para seniman yang tergabung jadi sorotan. Lukisan kolaborasi SBY bersama 21 orang seniman terinspirasi dari lagu Save Our World ciptaan SBY. Di salah satu bagian ada potret gunung dan persawahan yang hijau, dan terlihat identik jadi ciri khas SBY. Ada bagian gedung terbakar dengan batang pohon yang sudah patah. Di depannya ada ranting pohon yang mengering di atas perahu kuning. Seorang perempuan yang ada di atas kuda melihat pemandangan memilukan tersebut.
Pemandangan di seberangnya terlihat kontras dengan pemandangan air terjun, pohon hijau, rusa, kolam ikan, bebatuan, hujan yang hijau serta indah. Di antaranya ada tipografi bertuliskan 'Destruction Ruins. Peace Paints' yang ditulis oleh Naufal Abshar.
Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekraf Dadam Mahdar bilang pameran seni lukis ini jadi salah satu bukti ekonomi kreatif sebagai new engine of growth.
"Pameran seni ini agak berbeda, dengan lukisan yang besar-besar kolaborasi 21 seniman. Ekraf hadir tentunya dengan para komunitas sebagai kolaborasi. Tanggal 31 Agustus nanti, kami juga akan mengundang para Kedubes dan Kemenlu, kolektor, dan bakal ada aktivasi selama sebulan," tukasnya.
(tia/nu2)