Jumanji Ternyata Gak Happy Ending, Malah Dark Banget

Asep Syaifullah
|
detikPop
Cuplikan adegan dalam film Jumanji (1995).
Foto: Dok. Ist
Jakarta - Untuk anak generasi 90-an pasti tau banget film papan permainan yang bikin para pemainnya masuk ke dalam dunia aneh yang dibintangi oleh Robin Williams. Ini Jumanji yang OG ya, bukan versi baru yang dibintangi Dwayne Johnson dkk.

Pada film rilisan 1995 itu, Robin Williams berperan menjadi Alan Parrish, bocah berusia 12 tahun yang tersedot masuk ke dalam dunia Jumanji dan menghabiskan hampir setengah kehidupannya di sana.

Hampir 26 tahun dia berada di sana hingga akhirnya papan mainan itu ditemukan oleh Judy (Kirsten Dunst) dan Peter Shepherd (Bradley Pierce). Lalu tiba-tiba dari permainan itu keluarlah seorang laki-laki dengan penampilan seperti Tarzan.

Mereka pun akhirnya sepakat untuk menyelesaikan permainan tersebut dan mencari Sarah (Bonnie Hunt), teman main Alan yang meninggalkannya dulu. Dan plot pun kembali ke masa 1969 di mana menampilkan Alan dan Sarah muda.

Kehidupan mereka pun di-reset, Alan punya masa remaja yang indah dengan keluarganya yang kaya raya dan Sarah juga tak mengalami gangguan mental. Keduanya bahkan sempat bertemu dengan orangtua dari Judy dan Peter di era 1995, setahun sebelum mereka mengalami kecelakaan dan membuat anak-anaknya harus tumbuh dengan tantenya saja.

Indah bukan? Semuanya terlihat menikmati hidup dan menghindari momen gelap mereka. Tapi jika dipikir lagi gak semulus itu lho!

Contohnya kayak Sarah yang ngeliat sahabat kecilnya kesedot papan mainan dan harus menghadapi 26 tahun untuk konsultasi ke psikiater untuk meyakinkan dirinya bahwa kejadian itu gak nyata. Tapi tiba-tiba aja temannya itu muncul dan ngomong bahwa kejadian itu beneran terjadi.

Gimana coba caranya buat bisa nerima semua hal itu? Dan gimana coba Alan tetap bisa ngejalanin hidupnya dan waras setelah harus berjuang bertahan hidup setiap harinya di Jumanji, terus ketika balik lagi keluarganya udah hancur total gak bersisa? Kekayaan ayahnya cuma kenangan aja dan semuanya disebabkan oleh papan mainan itu.

Unsur-unsur kayak gini yang sebenarnya agak mulai jarang ditampilin sama film-film rebootnya. Di mana mereka bukan cuma sekedar main game dan berubah menjadi sosok yang pengen mereka mainin atau role play di sana.


(ass/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO