Amel Carla menceritakan lika-liku perjalanan kariernya di industri hiburan Tanah Air. Aktris yang telah puluhan tahun berkecimpung di panggung hiburan ini mengaku sempat melewati fase sulit, bahkan gak jarang menangis saat dituntut beradaptasi dengan perubahan zaman.
Pergeseran pola konsumsi media dari layar kaca ke platform digital diakui Amel Carla membutuhkan proses penyesuaian yang tidak mudah. Dirinya harus membiasakan diri dengan sistem kerja baru yang jauh berbeda dari era masa kecilnya.
"Kita harus bisa beradaptasi. Kayak dunia entertainment tuh berbeda banget, especially digital ya," kata Amel Carla saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026) petang.
Mantan artis cilik itu membeberkan bertahun-tahun silam para pelaku industri hiburan belum sepenuhnya memahami kehadiran tayangan digital. Hal itu menuntutnya untuk terus memperbarui wawasan agar tidak tertinggal arus perkembangan teknologi.
Tantangan beradaptasi tersebut diakuinya memberi beban tersendiri, bahkan sempat membuatnya merasa kewalahan secara emosional.
"Dulu kita tuh masih belum aware akan adanya OTT, terus juga syuting untuk digital tuh seperti apa. Kan karena kita tahunya TV, TV, TV aja gitu," tuturnya.
"Semua itu harus dipelajari. Pusingnya ada banget, nangisnya sih ada banget. Tapi semua itu harus dijalanin dengan suka cita," bebernya.
Menghadapi berbagai perubahan tersebut, Amel Carla memilih untuk tidak terpaku pada predikat masa lalu sebagai mantan artis cilik. Baginya, fokus utama dalam menjalani hidup adalah terus berani mencoba hal baru demi memberikan kontribusi positif.
"In life aku sendiri penginnya jadi orang yang berguna aja. Jadi semua, ya udah kita cobain aja gitu. Karena kalau kita gak nyoba, kita gak tahu kita sebenarnya bisa yang mana," pungkasnya.
(ahs/aay)