Pangeran Harry Tahan Tangis Usai Disoraki Penonton di Pertandingan Rugby
Dilansir dari News24 (12/10) kehadiran Duke of Sussex di stadion tersebut awalnya disambut antusias oleh sebagian orang. Momen hangat sempat terlihat saat wajahnya terpampang di layar besar (Jumbotron) stadion, di mana Harry tersenyum dan menikmati atmosfer pertandingan tanpa menyadari gelombang reaksi yang terjadi di tribun.
Ia sempat merasa lega dan percaya bahwa kedatangannya kembali ke Inggris disambut dengan hangat oleh publik.
Namun, situasi emosional berbalik drastis setelah pertandingan selesai. Saat menyadari bahwa reaksi penonton di stadion tidak sehangat yang ia bayangkan bahkan diwarnai sorakan riuh ketidaksukaan, Harry dilaporkan sangat terpukul.
"Harry tidak mendengar sorakan cemoohan itu. Dia sedang menikmati pertandingan dan benar-benar yakin bahwa semua orang senang melihatnya," ujar seorang sumber kepada reporter kerajaan Rob Shuter.
"Baru setelahnya dia menyadari kenyataan yang sebenarnya. Dia merasa sangat terpukul."
Sumber tersebut menambahkan, "Dia tahu hubungannya dengan keluarganya telah retak, tetapi dia tidak pernah membayangkan bahwa rakyat Inggris akan berbalik menentangnya. Mengetahui bahwa mereka mencemoohnya sungguh menghancurkan hatinya."
Menurut sumber internal yang dekat dengannya, Pangeran Harry sampai harus menahan tangis karena merasa benar-benar ditolak oleh publik dari tanah airnya sendiri.
"Harry bisa saja menerima gesekan atau kritik keras dari pihak Istana, namun ia sangat kesulitan menghadapi kenyataan jika merasa ditolak oleh publik negaranya sendiri. Bagaimanapun juga, baginya Inggris tetaplah rumah," ungkap seorang sumber terdekat.
Meski demikian, terdapat perdebatan di antara para penonton yang hadir di stadion hari itu. Sebagian penggemar rugby menyebutkan bahwa riuhnya sorakan di tribun sebenarnya bukan ditujukan untuk Pangeran Harry, melainkan reaksi kekecewaan penonton terhadap keputusan wasit atas pelanggaran yang terjadi di lapangan tepat saat wajah Harry muncul di layar besar.
Kendati ada penjelasan alternatif tersebut, momen ini tetap menjadi gambaran betapa sensitif dan rumitnya hubungan Pangeran Harry dengan publik Inggris sejak keputusannya untuk mundur dari peran anggota senior Kerajaan Inggris dan menetap di Amerika Serikat.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
