Tiga tahun setelah Lizzo menghadapi dua gugatan hukum terkait pelecehan dan diskriminasi, ia buka-bukaan mengenai efek dan cara menyikapi persepsi publik. Dia ngaku mendapatkan dampak yang besar dari gugatan tersebut.
"Aku harus berdamai dengan kenyataan bahwa kini ada sosok Lizzo yang dikendalikan oleh dunia," katanya dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada episode Sunday Today.
"Dunia yang mengendalikan narasinya, bukan aku," tambahnya lagi.
Tapi pelantun About Damn Time ini ngaku, "Tapi ada hal yang bisa kukendalikan adalah siapa diriku yang sebenarnya."
Peraih Grammy ini menyatakan ia merasa gak perlu untuk 'melawan' berbagai ketidakbenaran yang beredar.
"Aku bukan petarung, tapi aku adalah penyebar kasih sayang," tegasnya.
Namun ia menyadari industri musik adalah permainan berita utama. Ada banyak headline yang bisa muncul mengenai hal-hal yang kulakukan dan aku banggakan, dan hal-hal yang memang benar-benar aku lakukan?
Meski sempat melalui berbagai pengalaman sulit, pelantun lagu Truth Hurts ini meyakini bahwa "Segala hal yang terjadi padamu, baik maupun buruk, merupakan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang".
"Ini adalah kesempatan untuk melakukan refleksi diri dan mengenal diri sendiri lebih dalam," katanya.
Pada Agustus 2023, Lizzo digugat oleh tiga mantan penari latarnya yakni Crystal Williams, Arianna Davis, dan Noelle Rodriguez yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual, perundungan terkait berat badan (fat-shaming), diskriminasi terhadap penyandang disabilitas, serta menciptakan "lingkungan kerja yang bermusuhan dan penuh perlakuan kasar".
Dia sudah membantah gugatan tersebut dan menyebutnya sebagai hal yang gak benar dan keterlaluan.
Simak Video "SZA dan Lizzo Asyik Liburan di Bali"
(tia/dar)