Gak Cuma Event, NODA Entertainment Bangun Ide yang Bisa Terus Tumbuh

Dicky Ardian
|
detikPop
NODA Entertainment
Foto: NODA Entertainment
Jakarta - Industri hiburan semakin ramai dengan berbagai event, konten, dan pengalaman baru. Di tengah situasi tersebut, NODA Entertainment hadir dengan filosofi "Not So Common Kind of Entertainment" yang ingin membawa ide dan proyek hiburan agar gak berhenti setelah acara selesai atau konten selesai tayang.

NODA Entertainment bergerak di berbagai area, mulai dari live entertainment, musik, konten, creative production, hingga pengembangan intellectual property (IP). Mereka melihat sebuah ide bisa terus dikembangkan menjadi format, kolaborasi, pengalaman, maupun IP dengan perjalanan yang lebih panjang.

Leonardo Domenico, Co-Founder NODA Entertainment, mengatakan setiap kolaborasi perlu memiliki landasan pemikiran yang kuat agar bisa berkembang setelah sebuah aktivasi selesai.

"Kami tidak hanya melihat sebuah acara sebagai satu kali aktivasi, tetapi juga mempertimbangkan alasan dan tujuan di balik penyelenggaraannya. Bagi kami, setiap acara memiliki potensi untuk terus berkembang dan memberikan dampak yang berkelanjutan," ujar Leonardo.

Sementara itu, Co-Founder NODA Entertainment Rolando Octavio menilai karakter menjadi bagian penting dalam membangun sebuah proyek, terutama ketika audiens memiliki semakin banyak pilihan hiburan.

"Kami ingin project yang kami kerjakan punya karakter dan punya kemungkinan untuk tumbuh. Bentuk akhirnya bisa berbeda-beda; menjadi event, program, kolaborasi, atau intellectual property yang terus dikembangkan," ujar Rolando.

Konsep "not so common" yang mereka bawa juga gak selalu berarti sesuatu yang ekstrem atau eksperimental. Perbedaannya bisa muncul dari cara sebuah ide dikemas, pengalaman yang diberikan kepada audiens, hingga pihak-pihak yang dipertemukan dalam sebuah kolaborasi.

Salah satu bentuk eksplorasi tersebut hadir melalui "Room Service", sebuah digital showcase yang menjadi ruang bagi berbagai talenta independen Indonesia. Program ini melibatkan nama-nama seperti The Brandals, Farrel Hilal, Harra, Peraukertas, Dbatlayar, Nissan Fortz, hingga Kafin Sulthan.

Lewat berbagai program tersebut, NODA Entertainment ingin menciptakan ruang pertemuan antara musisi, kreator, komunitas, brand, dan partner dari berbagai bidang. Jadi, proyeknya gak cuma selesai ketika acara berakhir, tetapi masih punya ruang untuk dikembangkan.

Ke depannya, Leonardo dan Rolando ingin menjadikan NODA Entertainment sebagai wadah untuk mengeksplorasi berbagai format baru di industri hiburan. Targetnya, proyek yang mereka lahirkan gak cuma relevan saat pertama kali diluncurkan, tapi juga bisa terus tumbuh bersama audiens, kreator, komunitas, dan partner yang terlibat.

(dar/dar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO